Bokehlicious

Bokeh berasal dari bahasa jepang, yang artinya “aesthetic” blur …

Untuk menciptakan bokeh yang indah kita membutuhkan :

  1. Focal Length yang tele … makin tele suatu lensa (misalnya di atas 85mm) maka akan makin mudah menciptakan blur
  2. Aperture yang lebar … makin terbuka lebar bilah bilah aperture lensa maka akan makin tercipta bokeh (misalnya lebih lebar dari f2.8)
  3. Rasio jarak antara kamera – titik fokus – background … makin dekat kita dengan obyek yang di fokuskan + makin jauh obyek dengan background maka blur akan lebih tercipta. Ini sebabnya lensa makro dengan minimum focus distance (MFD) yang sangat dekat dibandingkan lensa biasa lebih tipis dof nya

Sedangkan untuk menampilkan bulatan bulatan cahaya (seperti foto dibawah ini) dibutuhkan sumber cahaya / pantulan cahaya dalam ukuran relatif kecil. Umumnya kalau lampu bisa menggunakan lampu lampu natal / LED, sedangkan dalam foto dibawah ini menggunakan pantulan cahaya matahari pada daun daun yang masih basah (yang memantulkan adalah tetesan air).

 

Untuk tonal sendiri tidak “asli” nya begini … bagian kupu-kupu merupakan tonal asli (saya masking dari pengaruh tonal background), tetapi background saya ingin ciptakan kesan lebih “drama” dan “painting”. Oleh sebab itu saya menggunakan salah satu plugin photoshop : DxO FilmPack – jenis Fuji Provia 100F. Plugin ini mensimulasikan warna klasik dari film jaman dulu pada foto kita.

Setelah saya aplikasikan plugin ini, seperti saya sampaikan tadi, saya masking / lubangi area kupu-kupunya. Sehingga menampilkan warna asli kupu – kupu nya. Hal ini saya lakukan karena apabila tidak maka si kupu-kupu akan terlalu merah (akibat perubahan warna dari plugin).

Silahkan coba bereksplorasi dengan bokeh …. coba juga bokeh unik seperti ini.

PS : Exif foto diatas –> Canon 5d Mark II + EF 100mm f2.8 L IS @ f4 iso3200 1/60 – daylight WB – faithfull 9020


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *