Blackberry Group Editor Choice – Jerry Harif

Berikut adalah sharing yang super lengkap dari rekan MY-ers Jerry Harif mengenai fotonya yang terpilih menjadi MY BB Group Editor Choice.

——————-

Wow..!!     Thanks to MY before..
Jujur, saya nggak membayangkan masuk di weekly choice MY.. Hehehe..  Thx Ayway.

Ok, singkat kata.. Project foto ini memang project yang kami buat untuk commercial photography, dalam hal ini prewedding..  Krn saya memang bergerak di bidang commercial photography, termasuk wedding dan prewedding photography.. Pdhl awalnya saya hanya hobby2 saja..  Akhirnya Keterusan..  Hahahaha

Lokasi pemotretan sengaja kami pilih di Taman Ujung, Candi Dasa, Bali. Dimana disana terdapat sisa2 reruntuhan kerajaan Karangasem yg terkenal itu..  Beberapa lokasi memang udah diperbaiki/direnovasi pemerintah.. Tp ada beberapa lokasi yang masih kelihatan asli dari sono nya…

Sesi foto ini adalah sesi terakhir kami di Taman Ujung.  Reruntuhan puing bangunan yg berarsitektur campuran Bali-Eropa.. Tempatnya lbh tinggi dr Taman Air dibawahnya. Sangat cape naik puluhan tangga ke atas dengan membawa peralatan2 camera.. Hehehe

Pada saat itu matahari sudah mulai condong ke barat.. Agak sore, sekitar pukul 15:20 atau 16:20 waktu Bali. Langit terlihat cukup bagus dengan awan2 kecil menyebar, walaupun kadang langit kelihatan mendem karena mendung2.. Dan kadang terang kembali..

Segera saya minta klien untuk berpose dengan mengambil framing BG(Back Ground) lengkungan pintu masuk bangunan. Saya sangat berhati2 dengan framing tersebut, karena BG pintu masuknya tampak kecil dan ketat kalau diisi dengan object klien kami.

Jadi saya sengaja mengatur supaya pas di tengah2 frame pintu, supaya kepala klien tidak sampai kena BG tembok dibelakangnya… Karena kalo kepala klien kena BG tembok gelap dibelakangnya, maka POI dan komposisi akan terganggu..

Weekly Editor Choice

Ok, mari kita bahas tentang teknis pemotretan dan parameternya.
Parameter yg saya gunakan :

  • Lens & Body: Canon EF 17-40mm f4 L + body Canon 5Dmk2
  • Mode : Manual dan handheld
  • FL : 17mm, f4, 1/250, iso100
  • Time : pk. 15:20 atau 16:20 waktu Bali, Awan setengah mendung.
  • Lighting : 2 Canon flashgun di strobist dengan Trigger, 1 backlight dr belakang object, 1 dari +- 2m disebelah kiri atas saya. Tidak Menggunakan asesories tambahan lighting apapun.
  • Post Pro : Adjustment secukupnya di Adobe Camera Raw PS 6, dan naikin tone dll di PS


I.  FOCAL LENGTH (FL)

Kenapa saya menggunakan FL 17mm, padahal saya bisa menggunakan lensa 35mm atau 50mm dan lbh mundur lagi..?

Buat saya pribadi, untuk kasus pemotretan dengan konsep seperti ini, saya lebih suka mendekat ke object tapi menggunakan FL ultra wide.

Keuntungannya : PERSPECTIVE,..  Saya dapat meng-capture bangunan dan langitnya seakan2 lbh lebar/jauh dan megah dari pada saya memakai lensa yg lebih madium atau bahkan tele. Karena seperti kita tahu, batasan lensa normal adalah 50mm, jika lebih lebar dari 50mm (wide to ultra wide), maka akan membuat perspective tampak lbh lebar dan BG menjauh dari object, sedangkan diatas 50mm (medium tele-super tele) akan membuat perpective makin menyempit dan BG makin mendekat ke object.

Saya menyukai efek distorsi, sedikit vignette, dan efek perspective luas dan jauh yg dihasilkan oleh lensa2 ultra wide.., walaupun di FL 17mm di lensa Canon EF 17-40L bukan sweet FL yg dimiliki lensa tersebut.. Tapi buat saya..  whatever..  Yg penting saya bisa mendapatkan efek yg saya inginkan, selebihnya, saya akan postpro sharpening, dll di PS.

II.  APERTURE (f)

Kenapa saya menggunakan f4 dan bukan f sempit supaya semua terlihat T.A.C.K sharp?

Alasan saya sederhana.. Saya memang menginginkan masih ada sedikit dimensi antara object dengan BG dan FG nya… Karena saya bukan pure memotret Lanscape disini.. Saya harus membagi dimensi antara BG lanscape dan objectnya.

III. SHUTTER dan ISO

Saya disini cukup menggunakan shutter 1/250, dan iso 100, krn pertama2 yg saya kejar adalah ambience langit nya.. Dgn 1/250, saya merasa sudah cukup mendapatkan birunya langit. Unt object bisa saya fill dengan flash unit. Dan untuk bangunan memang jadinya sedikit under tapi saya agak abaikan, krn bisa perbaiki di PS.

Jadi yg saya kejar disini adalah nuansa langit dan objectnya.. Bangunan mengikuti asal tidak under lenih dari 3 stops..

IV.  LIGHTING

Disini, saya menggunakan 2 buah lampu flashgun Canon.. Satu flash saya set manual dan saya posisikan di belakang/dibalik object dengan flash stand , jadi posisinya backlight.. Tujuannya, spy object lebih terlihat berdimensi dan kelihatan terpisah dari BG nya.

Satunya lagi, Mainflash / Flash Utama, di kiri atas saya, saya set manual juga, dipegang oleh rekan saya Andreas yang juga Fotografer, (thx to Andreas Ayazur the best.. wkwkwk). Main flash saya posisikan dengan zoom terpanjang, 105mm dengan tujuan supaya lighting lebih spot ke objectnya.. Selain itu power flash seakan2 meningkat tajam karena arah cahaya flash lebih spot dan tidak menyebar. Jadi tidak banyak cahaya yg terbuang sia2.. Disini saya sangat perlukan power flash tsb krn di kondisi ambience outdoor waktu itu, power flashgun biasa seakan2 terasa tidak cukup untuk menerangi object dengan cukup..

V. ANGLE

Untuk kasus pemotretan dgn BG seperti ini, bangunan dan langit.. Biasanya saya pribadi lebih suka posisi angle camera pas di tengah2 bangunan, atau sekalian di pojok bangunan, dan jarang sekali saya ambil yg nanggung, jd biasanya, antara pas tengah atau pojok sekalian… Penempatan camera harus sangat diperhatikan disini, kalo penempatannya kurang pas tengah, dgn memakai lensa wide akan terasa sekali efek perspective nya..

VI. POSES

Kebanyakan dari klien kami.. Dan semua org pada umumnya, susah sekali bergaya di depan camera.. Bila kita terlalu mengatur gaya mereka, kadang tidak terlihat natural.. Dan di beberapa sesi pemotretan ini, beberapa pose saya minta klien untuk berjalan wajar atau menari dance wajar, dan memberikan mindset bahwa kami para fotografer dan kru jangan dianggap ada.. Anggap aja ini memang sesi have fun atau pacaran mereka, supaya terlihat natural.. Relationship antara fotografer dgn klien juga harus dan harus di pupuk dengan baik.. Banyak2 bergurau, tertawa, dll.. Yg pada akhirnya akan membuat klien lbh relax dan suasana lebih enak.. Itu yg kita perlukan.

Pada saat object sudah merasa relax dan bisa bercanda tawa lepas, baik dgn berjalan, lari2 kecil,  duduk2, slow dance, atau lain2.. Kita uda siap di posisi masing2 dgn alat yang sudah bener2 siap..

VII. POST PROCCESSING

RAW dan jpeg small fine adalah setting yang hampir disetiap pemotretan commercial saya pakai,.. Jpeg small berfungsi unt mereview cepat bila diperlukan di ipad/komp.. Dan RAW untuk flexibilitas adjustment. Disini saya tidak banyak melalukan postpro berat, hanya  adjust gelap terang, sharpening, dll, seperlunya di ACR.. Karena foto uda cukup bener dr awalnya.  Kemudian sedikit editing di PS dodge dan burning unt bangunannya.. Naikin saturasi dan contrast untuk langit, sharpening dan naikin level sedikit unt object dan kemudian di masking2 yg perlu dan tidak perlu.

Semoga sharing ini bisa membantu dan bermanfaat bagi rekan-rekan yang lain.. Mohon maaf bila ada kekeliruan dan kekurangan di foto dan sharing ini. GOD BLESS YOU.

Special Thx to :

  • Andreas “Ayaz”  Widiyanto  –  Candid Photographer
  • Dewi Taufani  –  Make Up Artist
  • Kadek Yuliana  –  Special Kru+Driver
  • Singgih&Wenny
  • SPLENDID Crew

I’m nothing without you guys…. GOD BLESS YOU ALL

4 thoughts on “Blackberry Group Editor Choice – Jerry Harif”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *