Belitung – Islands of Granite Rocks

Beberapa bulan lalu saya ikutan sesi hunting foto landscape bersama Gallery Photo Indonesia ke Belitung. Enaknya traveling bersama grup khusus fotografi adalah susunan jadwal yang lebih pas buat motret. Walau tentunya ini akibatnya : bangun super pagi, ber-angin-angin di kapal subuh-subuh, makan telat dan darurat menggunakan nasi box, pulang larut malam, dll. Tapi sebagai balasannya kita akan menerima : foto sunrise dan sunset di lokasi terbaik di waktu terbaik. Much worthed in my opinion.

Ada banyak tempat yang dikunjungi. Tapi overall :

  • Pantai laskar pelangi : lokasi ini enak dikunjungi saat sunset / sesaat setelah sunrise
  • Pulau-pulau di sekitar Belitung :
    • Pulau kera
    • Pulau babi kecil – kita ambil sunset disini
    • Pulau burung
    • Pulau lengkuas – khas dengan mercusuar-nya
  • Batu licin
  • Danau Kaolin

Overall saya sebagai landscaper merasa Belitung cukup sulit di abadikan oleh landscaper seperti saya. Hal ini karena saya suka memainkan foreground, tidak sekedar midground & background. Sementara Belitung memiliki foreground batuan granit yang besarnya luar biasa. Sehingga walaupun langit dan lautnya sangat indah, saya tetap kesulitan  mengambil komposisi yang enak dipandang. At the end saya merasa Belitung buat saya lebih enak dinikmati untuk liburan, berenang, main air di pantainya dan lautnya yang super bening, makan seafood yang super segar dan sekedar menikmati sunset – sunrise nya. Sedangkan untuk landscape saya lebih memilih pantai-pantai karang landai. Misalnya pantai-pantai di Bali, Ujung Genteng, Sawarna, dll.

Foto-foto diatas belum saya berikan keterangan satu persatu. Tapi overall dibuat dengan menggunakan Canon 5d Mark II dengan lensa Carl Zeiss Distagono 18mm f3.5 ZE. Tentunya banyak yang mengandalkan filter GND (Soft / Hard / Reverse) dari Hitech. Saya tidak menggunakan CPL karena tidak dibutuhkan dan pada lensa se-wide ini cenderung mengakibatkan efek belang. Buat yang penasaran dengan detil teknisnya silahkan comment saja foto mana yang penasaran, saya kasih data teknis nya di comment balasannya.

Ada beberapa foto still life yang saya buat dengan menggunakan Carl Zeiss Flektogon 35mm f2.4. Lensa ini memiliki kemampuan semi makro 1:2 sehingga beberapa detil bisa saya dapatkan dengan baik. Bokeh yang dihasilkan juga bagus. (soal warna tidak usah dibahas karena ini lensa CZ yang terkenal dengan warnanya yang “nonjok”). Foto still life kebanyakan saya peroleh waktu rehat pagi di warung kopi & laksa khas Belitung.


11 thoughts on “Belitung – Islands of Granite Rocks”

    1. Ketiganya pake 5dMarkIi dan CZ 18mm di Aperture Priority Mode – Daylight WB – Faithfull 9020

      Pulau babi : f8 13secs iso400 EV+2/3 – GND Soft Edge 0.3 ngadep bawah, GND Reverse 0.9 ngadep atas

      Pulau babi kecil : f22 4secs iso50 EV+1/3 GND Reverse 0.9

      Pulau Kera : f8 1/125secs ISO200 EV-1/3 GND Soft 0.6

  1. kalo belitung ini acara moto yuk,atau acara pribadi mas? saya pengen belajar landscape foto, tp saya blom pernah ikuti kursus apapun mengenai fotografer baik basicnya ataupun yg lainnya. jadi kira2 apa aja yg yg perlu saya perlukan mas?

  2. Mas Edo, saya baru sebulan ini tau website “motoyuk”, asli keren2 bgd isinya, banyak ilmu, makasih banyak udah share, mas boleh minta tutorial oldig photo “My Bike” …oiya mas edo, punya tips n trik pake lensa fix 50mm f1,4 kah?..saya baru punya, kemaren pake..banyakan gagal nya ya??..

    1. Thanks Komar 🙂 senang bisa berbagi

      My Bike tidak mengalami oldig, tapi parameter pemotretannya : 5dMarkII + Carl Zeiss Jena Flektogon 35mm f2.4 @ f4 (kalo gak salah – karena data exif nya gak kesimpan) – Aperture Priority – 1/800 seconds – iso400 – EV 0 – Daylight WB – Faithfull 9020

      Untuk lensa 50mm f1.4 – dof nya tipis, jadi coba di f2 atau f2.8 dulu, kalau sudah biasa dengan tipisnya dof nya barulah pake f1.4 nya

    1. Karakter warna CZ di canon emang begitu, pekat & contrast .. lihat saja foto2 yang landscape yang dibuat dengan CZ juga. Overall pekat dan kontras 🙂 – bisa dibuat gak pake photoshop? Bisa, tapi gak sama persis : naikin saturasi + kasih S-Curve di curve nya

  3. saya masih belum paham pemilihan gnd untuk yang soft,reverse dan hard om edo..untuk sunrise/sunset apakah reverse lebih cocok digunakan daripada hard gnd?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *