Beli gadget canggih atau jalan-jalan dengan gadget minim ??

Pernah beli kamera & lensa yang super canggih tapi tidak bisa menggunakannya untuk memotret karena tidak ada lagi biaya buat jalan-jalan? Ada satu artikel yang pernah membahas hobby para fotografer pemula untuk membeli perangkat yang mahal dan dampaknya. Wajar, karena membeli perangkat yang canggih dirasakan sebagai “jalan pintas” menghasilkan foto yang “luar biasa”. Tapi seperti telah saya sebutkan berulangkali di post sebelumnya, gadget hanya membantu. Coba deh maksimalkan dulu gadget yang ada, lensa yang ada, kamera yang ada. Kalau sudah mentok barulah upgrade.

Lensa 50mm f1.2 (seharga 14 juta) apakah akan menghasilkan karya jauhhhhh luar biasa dibandingkan 50mm f1.8 (seharga 800 ribu) ? Di tangan fotografer yang sama ternyata hasilnya tidak se signifikan perbedaan harganya. Memang ada keterbatasan pada lensa yang lebih murah, tapi apakah kita sudah mencapai ke keterbatasan itu?

Jadi lebih pilih jalan-jalan dengan gadget minim saja nih? Misalnya canon 1000d dengan lensa kit nya saja jalan-jalan ke Eropa selama 1 bulan? Hehehe saya tidak sepenuhnya setuju juga. Alasan pertama adalah ada batas minimal kebutuhan, kalau di eropa misalnya kita akan banyak memotret arsitektur dengan ruangan yang sangat terbatas maka paling tidak kita butuh focal length super wide. Kalau kita berencana memotret human interest disana paling tidak kita punya 50mm f1.8 atau lensa tele yang blurnya mencukupi. Tidak harus L series yang muahal, tapi sesuai dengan kebutuhan. Percayalah bahwa sharpness dan IQ (Image Quality) seringkali over-rated / terlalu dilebih lebihkan.

Turku Cathedral
Courtesy of : Papaija2008 (Flickr)

Tapi selain alasan itu ada lagi alasan logisnya kenapa saya tidak selalu memilih jalan-jalan dibandingkan belanja perangkat (yang kita butuhkan ya). Hal ini adalah karena saat kita membeli perangkat kita tidak lain dari mengubah bentuk aset kita dari uang menjadi barang. Jadi misalnya kita beli lensa seharga 5 juta tidak bisa dibandingkan dengan lebih baik jalan-jalan dengan uang 5 juta itu.

Sedikit matematika ya, tapi sabar sebentar. Pada saat kita membeli kamera / lensa seharga 5 juta maka kita mengubah uang kita menjadi barang. Barang itu punya umur pakai. Misalnya anggap bisa kita pakai 3 tahun, pada akhir tahun ke-3 bisa kita jual dengan harga 1 juta. Maka kita “kehilangan” uang sebesar 4 juta dalam 3 tahun. Kalau kita bagi rata nilainya adalah 1,333 juta / tahun atau 111 ribu rupiah / bulan. Itu adalah nilai biaya yang beneran keluar.

Canon EF Lens Range 2008

Lain dengan liburan. Pada saat kita berlibur menggunakan uang 5 juta maka uang tersebut akan langsung “menguap”. Sehingga biaya yang beneran keluar adalah ya 5 juta rupiah. Jadi itu poin saya, kita tidak bisa membandingkan beli gadget senilai 5 juta dengan liburan senilai 5 juta. Yang adil adalah misalnya :

  • Beli gadget senilai 5 juta (untuk dipakai selama 3 tahun) atau liburan sekali dalam tiap tahun (selama 3 tahun – jadi 3 kali liburan) senilai 1,333 juta / liburan
  • Beli gadget senilai 5 juta (untuk dipakai selama 3 tahun) atau liburan senilai 4 juta (sekali dalam periode 3 tahun)

Nahhh, sekarang baru benar perbandingannya. Jadi sekarang silahkan pilih, mau beli perangkat atau mau liburan dengan perangkat seadanya. Tinggal mana yang masuk akal, belanja 5 juta atau liburan senilai 4 juta. Membeli Canon 70-200 f4 L seharga 8 juta untuk digunakan 3 tahun itu hanya senilai liburan 3 juta (1 kali selama periode 3 tahun) lho, karena harga jual lensa seperti ini biasanya masih cukup tinggi. Hihihi bingung kan sekarang?

Nature . Lighthouse . Sea . Sunset . Landscape . Sky (Rayon Vert )
Courtesy of : Tiquetonne2007 (Flickr)

Libur atau belanja yang penting MOTO YUK !!!


8 thoughts on “Beli gadget canggih atau jalan-jalan dengan gadget minim ??”

  1. fifty-fifty lah Om…
    biar gear dapat, jalan2 juga dapat…so, gear jangan terlalu mahal dulu, kecuali klo emang profesi menuntut menggunakan gear mahal..hehe

Leave a Reply MY-ers ...