Beauty of Macro

Nah kembali lagi saya mengisi waktu dengan macro photography beberapa waktu lalu. Makro masih tetap menjadi genre fotografi yang menarik buat saya selain landscape, still life & street. Landscape di Jakarta bukan hal yang mudah. Pencemaran lingkungan membuat langit biru tidak lagi ada. Lokasi wisata pun juga sulit untuk di foto landscape karena tidak menarik.

Still life dan street photography bisa jadi alternatif saat sedang weekend dan tidak bisa traveling motret landscape. Tapi kendalanya kadang mencari obyek yang menarik juga tidak mudah. Harus spend sekitar setengah hari untuk menembus kemacetan Jakarta.

So, macro adalah salah satu opsi yang sangat menarik. Mudah dilakukan di samping rumah (terutama saya yang lokasi rumahnya masih di kawasan yang asri – kota wisata Cibubur). Tinggal mampir ke samping rumah, dan berbagai obyek mungkin bisa saya temui.

Parameter pemotretan : Canon 5d Mark II + EF 100mm f2.8 L IS Macro | Av | f7.1 | 1/160 secs | iso 400 | monopod | Faithfull Pics Style | Daylight WB

Foto lebah kecil ini diperoleh di atas bunga kuning kecil di tengah padang ilalang dekat rumah. Cropping sudah pasti harus saya lakukan karena ukuran diameter bunganya saja hanya sekitar 2.5 cm – bisa dibayangkan dong kecilnya si lebah. Sementara kamera yang saya gunakan adalah kamera Canon 5d Mark II yang tanpa crop factor. Sehingga ukuran si lebah juga jadi kecil, walau karena sensor nya full frame maka detilnya jauh lebih dapat (lihat lekuk-lekuk di permukaan kepala si lebah).

Lensa macro tentunya harus digunakan untuk mendapatkan pembesaran seperti ini. Tanpa lensa macro maka lebah ini hanya seperti titik di foto yang dihasilkan. Rasanya tidak perlu ditanya lagi ya 🙂

Parameter pemotretan : Canon 5d Mark II + EF 100mm f2.8 L IS Macro | Av | f7.1 | 1/100 secs | iso 400 | monopod | Faithfull Pics Style | Daylight WB

Foto kedua buat saya super menarik karena detil di punggung si kumbang ini (saya tidak begitu paham nama latin detilnya). Untuk mendapatkan hasil tajam merata di punggung ini saya harus memposisikan diri saya sepenuhnya sejajar dengan punggung kumbang ini. Lihat saja kaki dan kepala yang sudah mulai keluar dari ruang tajam – padahal di f7.1

Untuk mempertegas detil pada punggung si kumbang maka saya memberikan efek burning pada punggung dengan menggunakan Photoshop. Tidak sulit, cukup gunakan level atau curve atau burning langsung.

Parameter pemotretan : Canon 5d Mark II + EF 100mm f2.8 L IS Macro | Av | f16 | 0.4 secs | iso 100 | tripod | Faithfull Pics Style | Daylight WB

Foto yang ketiga ini istimewa. Ini adalah foto kupu-kupu jenis ngengat yang baru saja keluar dari kepompongnya. Kebetulan saya menemukannya membuat kepompong di anggrek depan rumah. Setelah menunggu 2-3 minggu saya menemukannya keluar dari kepompong di pagi hari saat saya menyiram tanaman (makanya ada bulir bulir air di kepompong nya).

Oleh karena dia baru saja keluar dan sangat pasif, angin juga berhembus sangat tenang pagi itu, maka saya memutuskan untuk memotretnya dengan “sempurna” – setelah mengambil beberapa foto handheld. Saya pasang tripod dan setting aperture sampai dengan f16. ISO juga saya gunakan rendah, supaya maksimal tajam dan free-noise nya. Akibatnya? shutter speed drop sampai dengan 0.4 seconds. Tapi tidak masalah, karena obyeknya relatif sangat diam. Dengan menggunakan f16 maka ketajamannya bisa maksimal.

Saya gunakan juga timer + mirror lock-up + live-view, sehingga saya bisa memastikan manual focusing yang saya lakukan sudah optimal. Saya tidak percaya sepenuhnya dengan auto focus karena ingin memaksimalkan sepenuhnya ruang tajam yang saya peroleh.

Tidak sulit mendapatkan obyek menarik kan? Coba lebih peka terhadap lingkungan sekitar rumah apabila suka dengan fotografi makro.


9 thoughts on “Beauty of Macro”

  1. Pan udah disebut tuh di atas … posisi harus sejajar, kalau tidak mau sejajar ya pilihannya cuma pake aperture guede atau ngambil dari jauh + crop, tapi keduanya bikin BG jadi kurang blur dan halus

  2. Alternatif yang murah bisa pake Macro Extension Tube + Lensa 50mm. Tapi sayang belum tau cara pakainya. Ada recommend bro Edo?

  3. Mantabs hasil jepretannya Mas. saya juga pake lensa canon 100mm f2.8L body eos 60d. kalau saya tambahkan manual extention tube 3set pembesarannya bisa maksimal berapa ya?

Leave a Reply MY-ers ...