Bali … #3

Sayang sekali lensa yang kupunya tidak cukup wide, sepertinya aku butuh 10mm untuk pemandangan ini. Hal ini karena indahnya ray of light berwarna merah dengan background langit biru gelap tidak sepenuhnya bisa ditangkap pada foto ini. Keindahan yang akhirnya pasrah aku nikmati dengan mataku saja 🙂

Momen fotografi pagi hari ada 2. Sunrise adalah salah satu yang semua orang cukup paham. Tapi 5-15 menit sebelum sunrise sebenarnya juga ada momen twilight dimana langit sangat indah. Warna biru gelap langit malam bertransformasi jadi langit pagi. Seringkali awan putih, merah, kuning atau ray of light nampak. Jadi, jangan telat bangun 🙂

“Sunrise at Nikko” | 17mm | Av @ f22 | 0.8 secs | ISO100 | EV0 | GND 0.6x | Tripod mounted | Hyperfocals

Begitu matahari mulai muncul maka kendala utama pemotretan landscape muncul pula….dynamic range. Kalau kita metering langit maka bagian bawah dari foto akan gelap. Sebaliknya metering pada bagian bawah foto (foreground) maka langit akan overexposed (putih). Oleh sebab itu filter Gradual Neutral Density biasanya adalah wajib.

Untuk menentukan GND mana yang tepat ada 2 opsi. Coba – coba adalah opsi 1. Opsi lain adalah menggunakan spot metering dan melihat berapa perbedaaan metering antara langit dan daratan. Misalnya waktu kita spot metering langit jatuh di f8 sementara di daratan butuh f4 maka sebenarnya kita hanya butuh 2 stop GND (GND 0.6x)

PS : tiap 1 stop maka angka apperture kurang lebih naik 1.4x. Misalnya : f1.4, f2, f2.8, f4, f5.6, f8 –> masing masing beda 1 stop

Foto yang ini masih bisa handheld karena lensa yang aku gunakan ada image stabilizer-nya, dan obyeknya adalah landscape yang “tidak bergerak”.

“Reflection of sunrise” | 17mm | Av @ f22 | 0.6 secs | ISO100 | EV0 | Tripod Mounted | GND 0.6x | Crop using Canon DPP

Selain keindahan sunrise fotografi di tepi pantai yang dangkal seperti di Nikko Hotel bali ini ada keuntungannya, refleksi. Hal ini karena pada laut dangkal maka goyangan air dan ombak minimal.

“Bentangan langit” | 17mm | Av @ f11 | 1/80 secs | ISO100 | EV-1/3 | Handheld

Oleh karena matahari sudah mulai muncul maka tidak memungkinkan mendapatkan “proper” metering. Bagian matahari pasti over exposed. Sehingga aku putuskan untuk mengambil pendekatan yang berbeda, yaitu lebih fokus pada pantulan-pantulan yang ada di pantai. Salah satu idenya adalah membuat seakan-akan kita sedang terbang melintasi kepulauan menuju matahari, seperti di foto di bawah ini :

“Fly to the sun” | 17mm | Av @ f11 | 1/80 secs | ISO100 | EV0 | Handheld

Flare memang salah satu kendala, sulit dihindarkan bahkan menggunakan lens hood sekalipun. Hal ini karena sinar matahari masuk langsung ke lensa, garis lurus.

VISIT INDONESIA….visit bali….enjoy “The Land of God”

Leave a Reply MY-ers ...