Apakah Full Frame di butuhkan di fotografi lanskap?

Pertanyaan ini sering ditanyakan, apakah kita perlu upgrade ke FF untuk image quality yang lebih baik. Supaya ini lebih mudah di jawab (karena tiap genre fotografi punya kebutuhan yang berbeda) maka kita akan bahas spesifik untuk pemotretan lanskap.

 

Low Light

Sensor full frame yang lebih besar ukuran fisiknya tentunya memiliki kelebihan. Salah satunya adalah bersihnya noise di ISO tinggi. Hal ini murni fisika, so tidak perlu di perdebatkan. Hanya saja catatannya produsen kamera terus memperbaiki sensor mereka, sehingga sensor yang baru seringkali memiliki low light image quality yang lebih baik. Jadi ya jangan bandingkan full frame kuno dengan APS-C moderen misalnya.

Pemotretan lanskap pada umumnya diambil menggunakan ISO rendah, dan dampaknya tentunya penggunaan Tripod. Jadi pertanyaan saya : apakah kita memerlukan ISO tinggi yang bersih dari noise? Ya, tapi sangat jarang di pemotretan lanskap.

Mengening Pink Sunset

Shallow DOF

Seperti kita ketahui, full frame sensor (mengikuti hukum fisika) memiliki Depth-of-Field yang lebih sempit. Artinya, lebih mudah menciptakan bokeh pada sensor full frame. Tetapi pada pemotretan lanskap yang kita butuhkan justru DOF yang lebih luas.

Hal ini berlaku juga dengan teknik hyperfocal. Coba gunakan DOF calculator. Dengan focal length yang setara (misal 16mm di FF, dan 10mm di canon APS-C) dan aperture yang sama f8 – maka Full frame memiliki jangkauan hyperfocal dari 0.54 meter s/d infinity. Sedangkan APS-C memiliki jangkauan 0.33 meter s/d infinity. Artinya ada selisih sekitar 21 cm di depan kamera yang di cakup oleh APS-C dan tidak oleh Full Frame.

 

Penggunaan Lensa Wide

Ini adalah salah satu alasan saya menggunakan full frame. Sensor full frame memungkinkan menggunakan lensa yang lebih “berkualitas”. Saat ini misalnya Canon APS-C hanya memiliki pilihan Canon EF-S 10-22, Tokina 12-24 atau Tokina 11-16. Ketiga pilihan ini tentunya tidak bisa dibandingkan image quality nya dengan Canon EF 16-35 atau Zeiss 18mm.

Selain lebih berkualitas maka sensor full frame membuka kesempatan menggunakan lensa fix (misalnya Canon EF 14mm atau Zeiss 18mm) yang lebih berkualitas, ukurannya relatif kecil dan relatif lebih murah.

Tapi belakangan mulai banyak lensa wide APS-C yang berkualitas. Apabila nanti lensa wide untuk APS-C sudah lebih tersedia maka tentunya aspek ini makin tidak relevan. Apalagi mengingat bahwa sensor APS-C hanya mengambil area gambar tengah, yang notabene lebih tajam dibandingkan area pinggir sensor full frame.

Lanskap on Fuji

Better Build

Sebenarnya bukan berarti kamera full frame pasti memiliki build quality yang lebih baik. Hal ini hanya dikarenakan harga kamera full frame relatif lebih mahal, sehingga tentu saja body nya akhirnya di desain lebih handal dan baik. Misalnya Canon 1dx series. Tetapi belakangan desain body APS-C pun makin membaik, misalnya Canon 7D yang memiliki body selayaknya kelas full frame.

So, jangan campurkan antara sensor full frame dengan build quality. Ada kamera dengan sensor APS-C yang memiliki body sama baiknya dengan kamera full frame.

Bahkan sebenarnya body APS-C relatif lebih mungil dan ringan dibandingkan body full frame. Hal ini dikarenakan ukuran prisma dll harus menyesuaikan ukuran sensor yang lebih besar. Selain body, ukuran lensa full frame juga relatif lebih besar dikarenakan kebutuhan optik yang lebih banyak untuk menghantarkan cahaya yang dibutuhkan sensor full frame. Sensor Full Frame = body dan lensa yang lebih besar dan berat.

Lensa yang lebih besar identik juga dengan ukuran filter yang lebih besar – rata rata sekarang untuk lensa wide membutuhkan 77mm – 86mm filter thread. Ini artinya : lebih mahal dan lebih besar / berat.

 

Kelihatan Lebih Keren dengan Full Frame

Kalau ini alasanmu menggunakan sensor full frame, maka no comment LoL ……..

Mengening Flow

Kesimpulan

Sebenarnya untuk pemotretan lanskap yang membutuhkan wide DOF, ukuran body dan lensa yang mungil dan ISO rendah maka APS-C adalah pilihan yang lebih masuk akal. Sayangnya pilihan ini masih dibatasi oleh ketersediaan lensa wide yang kualitas nya baik.

So, kalau Canon EF-S 10-22 atau Tokina 11-16 / 12-24 memadahi buatmu, maka body APS-C mungkin adalah pilihan yang lebih bijak apabila genre mu adalah landscape photography.

Bila hanya lensa Canon EF 16-35 atau Zeiss 15mm / Zeiss 18mm yang bisa memuaskan mu, maka tidak ada pilihan lain selain menggunakan body dengan sensor full frame.

 

PS : jika kamu bukan anak landscape, dan memotret human interest dengan fokus pada bokeh maka memang full frame un-beatable / tidak terkalahkan. Silahkan cek perbandingan berikut ini, bahkan di aperture yang setara (f1.4 di crop factor vs f2 di full frame) tetap bokeh berbeda


Leave a Reply MY-ers ...