Apakah Fuji Mirrorless bisa pakai lensa Canon DSLR ?

Ok most frequent question berikutnya berkaitan dengan lensa fuji yang sering saya dapatkan dari pengguna baru. Pertanyaan wajar karena pengguna DSLR (tidak hanya Canon, tapi Nikon dll) ingin menggunakan lensa koleksinya sementara mencoba coba menggunakan sistem yang baru ini. Kan sayang sudah keburu beli. Lagipula masak harus punya 2 lensa dengan range sama, satu buat DSLR satu lagi buat mirrorless.

Lensa Moderen

Sebelum menjawab saya jelaskan dulu bahwa lensa DSLR moderen tidak di lengkapi dengan pengatur bilah aperture di badan lensa.

aperture ring

Hal ini karena lensa di desain untuk diatur aperture nya via body kamera. Jauh lebih praktis dibandingkan jaman dulu dimana aperture harus di buka manual ke posisi paling lebar untuk focusing, baru di ubah lagi manual ke aperture yang diinginkan sebelum jepret.

Lensa moderen di desain selalu terbuka dalam kondisi aperture maksimalnya. Jadi kalau lensa Canon 16-35 f2.8 L saat tidak digunakan akan berada dalam aperture f2.8 setiap saat. Sedangkan misalnya lensa 17-40 f4 L akan berada dalam kondisi f4 setiap saat.

Oleh sebab itu apabila lensa semacam ini digunakan di kamera yang tidak mampu mengatur aperture nya secara elektonik, maka kondisi lensa akan selalu dalam kondisi aperture maksimal. Tidak bisa ubah ubah aperture lagi.

Jadi menggunakan lensa DSLR moderen di mirrorless yang bukan brand yang sama akan berdampak : tidak bisa atur aperture

**** saya tidak jelaskan apakah auto focus bisa digunakan atau tidak ya ….. jawabannya ya jelas tidak karena sistem AF nya beda. Ada beberapa adapter baru yang memungkinkan AF berjalan, tetapi akurasi dan kecepatan pasti akan terkena dampak

 

Adapter

Tetapi kalau “keukeuh” apakah bisa digunakan?

Ya, bisa. Hal ini dikarenakan pada DSLR keberadaan mirror membuat lensa berada cukup jauh dari sensor. Sehingga untuk membuat lensa tersebut bisa digunakan di mirrorless cukup menambahkan adapter yang fungsinya menjauhkan lensa dari mounting. Simple.

Flange_Focal_Length_(2_types_camera)

Inilah sebabnya mirrorless disukai oleh pengguna lensa manual. Dengan posisi mounting yang sangat dekat dengan sensor maka dengan menggunakan simple adapter bisa dibilang segala jenis lensa bisa digunakan. You name it : canon FD, canon FL, Minolta, Pentax, M42 mount, Leica M mount, Leica R mount, Canon mount, Nikon mount, segala macam ….

Hal yang sama tidak bisa dilakukan di DSLR karena kalau sudah keburu jauh jarak mounting dan sensor dibandingkan standard lensa yang mau digunakan, maka diperlukan optik tambahan di adapter yang biasanya menurunkan kualitas. Itu sebabnya lensa Canon FD/FL sulit sekali digunakan di body DSLR Canon modern. Seringkali proses oprek harus membongkar pantat dari si lensa untuk mendekatkan jarak optik dengan sensor.

Adapter untuk mirrorless tersedia bejibun di pasaran dengan harga yang sangat murah (sampai sangat mahal) tergantung dari kualitas finishing si adapter.

**** berbeda dengan metabone speed booster adapter yang menggunakan optik tambahan untuk focal length yang lebih lebar dan dof yang mirip full frame, maka adapter yang dimaksud diatas adalah adapter yang terbuat dari semacam besi hollow saja

**** ingat definisi bisa menggunakan adapter adalah bisa digunakan tetapi Auto Focus tidak berjalan dan aperture juga tidak bisa diubah dari aperture maksimal lensa tersebut

 

Tapi kalau mau menggunakan lensa DSLR dengan aperture bisa diatur gimana? Bisa, gunakan adapter yang memiliki bilah aperture nya sendiri. So pengaturan aperture diatur di adapter.

Adapter with blade

Kelemahannya, kadang di f sempit ada vignette yang sangat menganggu dikarenakan posisi bilah aperture yang tidak pada tempatnya. Alternatif lain gunakan smart adapter seperti yang dibawah ini.

Kalau mau tetap bisa jalan AF nya (walau lemot gak papa deh)? Bisa, gunakan adapter yang support hal ini. Kelemahannya? Mahal … salah satu produsen pembuatnya adalah Metabone.

Metabone smart

 

Kesimpulan

Ya, lensa DSLR bisa digunakan di mirrorless seperti Fuji atau  Sony NEX. Akan tetapi saya pribadi tidak menyarankannya dengan beberapa pertimbangan :

  • Kita menggunakan mirrorless dengan tujuan meringankan beban, memperkecil kamera yang kita bawa. Tidak lain tidak bukan. So, tujuan tersebut akan sulit tercapai apabila kita masih menggunakan lensa DSLR yang besar dan berat. Perlu diingat bahwa untuk menggunakannya kita perlu menambahkan adapter yang membuat lensa DSLR tersebut jadi lebih panjang (sekitar 3-4 cm)
  • Dengan kesulitan mengatur aperture pada lensa ini jelas sangat menyulitkan. Penggunaan adapter khusus memang bisa dilakukan, tetapi harga nya cukup mahal dan performance nya juga tidak maksimal
  • Sama halnya dengan issue Auto Focus

Saran saya adalah gunakan lensa native dari mirrorless tersebut. Kalaupun mau menggunakan lensa DSLR maka gunakan lensa tua yang ada aperture ring nya. Kamera mirrorless di desain untuk sangat mudah melakukan manual focusing. Tentu saja ada plus minus tersendiri dengan menggunakan lensa seperti ini ya.

Modern camera with a vintage lens isolated on white

Bagaimana dengan kendala harus memiliki 2 set lensa? Ya jalan tengahnya bedakan kegunaan dari kamera DSLR dan mirrorless mu. Misalnya apabila DSLR masih mau digunakan untuk landscape, maka investasi lensa ultra wide cukup di DSLR saja, tidak perlu di mirrorless.

 

Seri artikel yang terkait :


30 thoughts on “Apakah Fuji Mirrorless bisa pakai lensa Canon DSLR ?”

  1. Om,saya punya xa-2 pengen beli lensa Sigma 10-20mm F4-5.6 EX DC. Soalnya fuji ngga bisa wide angle untuk interior photography. Tetap bisa ga om? Trus ada rekomendasikah utk adaptornya?

  2. Om minta masukannya dong, saya punya fuji xa 2, kira2 lensa tambahan dan adapter apa yg cocok ya? Tentunya yg murah meriah tapi hasilnya tetap bagus hhe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *