Anggrek & Bokeh

Bokeh atau blur + lingkaran cahaya di background tidak selalu butuh lensa dengan appeture super lebar. Menggunakan tele & memanfaatkan jarak antara lensa-obyek yang jauh lebih dekat dibandingkan obyek-background kita juga bisa memperoleh bokeh yang bagus.

Dalam perjalanan ke Thailand beberapa waktu lalu saya hanya membawa 1 lensa, EF 24-105 f4 L IS. Bukaan f4 tentunya bukanlah bukaan yang super lebar. Tetapi saya melihat obyek dimana background titik-titik cahaya ternyata cukup jauh (sekitar 5-8 meter dibelakang obyek). Sehingga saya yakin saya bisa memperoleh bokeh yang memadahi. Ternyata setelah di test memang berhasil, yeayyyy!!!

Titik-titik cahaya di kejauhan itu adalah cahaya matahari yang berpendar menerobos rimbun daun pohon besar. Saya menggunakan focal length maksimal 105mm dan apperture maksimal f4 untuk memperolehnya. Karena pendaran cahaya jaraknya jauh maka bokehnya bisa bagus. Bandingkan dengan foto dibawah ini dimana pendaran cahaya matahari hanyalah 3 meter dari obyek kurang lebih. Bokeh yang diperoleh tidak bisa maksimal.

Jadi, untuk mendapatkan bokeh apperture lebar bukanlah satu-satunya. Perbandingan jarak antara lensa-obyek-background juga memiliki peranan. Selain itu, saat anda berlibur coba eksplore dan lihat sekitar lebih jeli. Foto ini diperoleh bukan di kebun anggrek, melainkan di Sriracha Tiger Zoo. Alih-alih memotret harimau saya malah memotret anggrek karena memang kondisi pencahayaan justru lebih menarik di bunga anggrek daripada di harimau yang ada di kandang.

Yang lain lagi, memotret makro tidak selalu membutuhkan lensa makro khusus. Apabila obyek yang kita mau foto cukup besar maka tidak masalah kita menggunakan lensa tele biasa. Jangan jadi terkendala dengan alat. Coba pahami kelebihan dan kelemahan perangkat yang kita miliki.

MOTO YUK!!!

7 thoughts on “Anggrek & Bokeh”

  1. waaa ini dia yang saya mau, foto bokeh dengan titik-titik cahaya. tapi saya suka kesulitan ngatur jarak objectnya nih om :/ backgroundnya udah dapet (titik-titik cahaya yg ngeblur) tapi objectnya (temen saya yg di convert jadi model) susah bgt fokus. jarak lensa harus deket bgt ke muka dia baru bisa fokus. saya msh pake lensa kit 18-55mm. hmm yg salah apanya ya, lensa? jarak? photographernya? atau muka temen saya ?? o_O

    1. Tiap lensa ada jarak minimum sehingga dia bisa focus, dikenal dengan minimum focus distance / MFD. Supaya bokeh bisa keluar rumus nya adalah : lensa sedekat mungkin dengan obyek tetapi masih bisa focus, aperture selebar mungkin, background sejauh mungkin dengan obyek

  2. wew .. d cibubur juga to ? saya juga d cibubur neh, kebetulan d cibubur residence. kebetulan saya ada rcn mo beli lensa manual, suka aja sama hasilnya. Soalnya kalo pake lensa kit, backgroundnya hrs jauh, pdh saya suka portrait, jd agak susah kalo ngejauhin modelnya dr background kl tempatnya terbatas

Leave a Reply MY-ers ...