A little touch of HDR

Foto arsitektur dan landscape seringkali terkendala dengan tinggi nya dynamic range. Mengakibatkan area gelap terlalu gelap, atau area terang terlalu terang. Memang GND membantu, tetapi kalau area yang berbeda dynamic range nya “ambulakral” alias tidak beraturan, maka GND bisa membawa masalah lain : area hitam ketutup GND wkwk.

Oleh sebab itu banyak fotografer sekarang menggunakan tools software High Dynamic Range (HDR). Aplikasi ini tersedia di Canon DPP yang baru, Adobe Photoshop atau (yang saya gunakan) Photomatix. Masing masing memiliki plus minus sendiri. Saya sendiri menggunakan HDR ringan saja … seringkali strength nya saya kurangi 25% dari default yang ada. Hal ini supaya tidak terlalu nampak sureal.

Foto diatas diperoleh di jembatan penyebrangan antara garden by the bay ke shopping centre marina sands bay – melintasi hotelnya. Saya kebetulan sudah “enggan” membentangkan tripod, sehingga saya tumpangkan saja kamera di railing yang ada. Cara praktis hehe … kebetulan sudut pandang railing nya pas dengan yang saya mau.

Setelah diambil foto saya post processing di photomatix dengan setting default saja, tetapi strength saya kurangi sekitar 10% … hasilnya seperti di atas. So, jangan khawatir untuk menggunakan HDR asal tidak terlalu berlebihan.

Pada foto dibawah ini HDR saya gunakan pada fotografi landscape. Tentunya hasil yang mendekati sama bisa saya peroleh dengan menggunakan metode burning dan dodging … cuma prosesnya lebih lama saja. HDR tools adalah jalan pintas awal buat mengolah foto. Akan tetapi hasilnya tentu saja lebih banyak “artefact” dibandingkan metode burn and dodge manual.

 





2 thoughts on “A little touch of HDR”

  1. Disini pak edo menggunakan 3X shoot dengan exposure berbeda atau dengan 1X shoot tapi diedit dengan Light Room untuk mendapatkan 3 exposure berbeda? saya biasa menggunakan light room tp hasilnya terlalu noise ya? Kelebihan dan kekurangan dari kedua cara diatas apa ya? tolong sarannya.. terima kasih sebelumnya.

    1. Wah pertanyaan bagus ini … aku kelupaan tulis. Aku pakai 1 foto (RAW), lalu dibuat 3 exposure masing masing berbeda 0.5 EV di Canon DPP
      Perbedaan teknik pakai 3 foto yang beda (bukan dari RAW convertion) berdampak kalau HDR mau dibuat dengan range EV sangat luas. Misalnya dari EV -5 sampai dengan +5 … kalau menggunakan RAW (1 foto) maka bagian terang sudah over dan bagian gelap sudah noise.
      Aku pakai teknik HDR dari 1 foto, karena butuhnya hanya buat memberikan dimensi saja, light HDR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *