5 Tips Fotografi Lanskap

Fotografi lanskap adalah fotografi pemandangan alam, yang biasanya tidak memasukkan unsur manusia di dalamnya – kecuali untuk keperluan skala. (Skala yang dimaksud adalah perbandingan supaya terlihat ukuran dari obyek yang di foto).

Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk fotografi lanskap, versi saya …

Going Ultra Wide

Pemotretan lanskap baru akan “nendang” apabila kita menggunakan lensa jenis ultra wide.

Lensa ini memiliki sudut pandang 84 – 114 derajat. Focal length yang bisa memberikan sudut pandang seluas ini adalah 14 – 24mm (setara full frame) – atau lensa 10-15mm (di Canon non full frame), atau 7-12mm (di Olympus / micro 4/3 body).

Lensa ini memiliki karakter “membesarkan” area foreground, dan “mengecilkan” area background. Sehingga batu yang ada di dekat kita akan nampak lebih besar dari ukuran aslinya, sedangkan batu di kejauhan akan mengecil secara signifikan di foto yang dihasilkan.

Pilihlah lensa ultra wide dengan bagian depan yang rata / tidak cembung (yang cembung misalnya Canon EF 14mm f2.8) Рhal ini akan memudahkan kita menggunakan filter, yang notabene merupakan senjata utama para landscaper. Beberapa lensa ultra wide yang umum digunakan : Canon EF 17-40 f4 L, EF-S 10-22, Tokina 11-16mm dan 12-24mm

Going Under

Pemotretan lanskap yang menggunakan lensa wide + DOF sempit membuat dimensi (efek 3d) sulit diperoleh dengan cara umum. Oleh sebab itu fotografer landscape umumnya menggunakan foreground sebagai pembantu menciptakan ilusi 3 dimensi.

Misalnya pada foto disamping, karang dan refleksi senja di permukaan air digunakan sebagai foreground. Dengan keberadaan mereka maka efek 3 dimensi dari foto lanskap lebih bisa diperoleh.

Untuk menghasilkan efek seperti ini maka dibutuhkan lensa ultra wide (ingat karakter lensa ultra wide) + posisi yang benar. Posisi yang tepat adalah mengambil gambar dalam posisi rendah. Umumnya dengan mengatur tripod sekitar 20-40 cm di atas permukaan tanah (yah, karang dalam kasus di samping).

Hanya dengan cara demikian maka efek seperti foto di samping bisa dihasilkan. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan fotografer lanskap yang baru mulai adalah memotret dari posisi berdiri (sekitar 100 – 145cm dari permukaan tanah). Dengan memotret dalam posisi ini maka foreground tidak bisa di eksplore sempurna, dan pada akhirnya efek 3d nya kurang terasa.

Always with Filter

Kan sekarang sudah dunia moderen, dengan aplikasi Adobe photoshop nan canggih. Apa masih perlu kita menggunakan filter? Seperti telah saya bahas beberapa kali, ada beberapa hal yang tidak bisa tergantikan oleh filter digital.

Salah satu efek tidak tergantikan adalah efek Polarisasi dari filter CPL. Tanpa filter ini refleksi di permukaan air / kaca sulit di hilangkan.

Efek lain adalah slow shutter yang dihasilkan dari penggunaan filter Neutral Density (ND). Atau efek dynamic range yang lebih baik dengan menggunakan filter Gradual ND – GND.

Ya, memang betul efek GND bisa di simulasikan di photoshop. Tapi kalau sudah keburu putih (over exposed parah) langitnya maka sulit mengembalikan detil warna dan bentuknya di photoshop. Sedangkan apabila sudah terlalu hitam / gelap, maka cenderung repot menghapus noise yang muncul.

Oleh sebab itu gunakan filter semenjak awal, lalu lakukan post processing sejauh yang filter tidak mampu lakukan lagi. Misalnya dalam foto di samping, tiang kapal terkena GND sehinggga hitam. Perlu dilakukan dodging agar lebih terang.

 

Time is Everything

Mau memotret di lokasi yang paling keren dan menggunakan peralatan paling canggih plus teknik paling benar bisa jadi tetap menghasilkan foto yang biasa saja, apabila waktu pemotretannya tidak tepat.

Sebagai awal, pilihlah musim yang tepat. Musim penghujan merepotkan dengan hujan sepanjang hari, sehingga langit menjadi abu-abu dan tidak menarik. Sedangkan musim kemarau juga merepotkan, karena seringkali langit biru polos tanpa awan sama sekali. Musim terbaik sebenarnya pancaroba, tetapi tentunya dengan resiko masih ada sedikit hujan mungkin turun.

Jam pemotretan juga harus tepat, terlalu cepat / lambat maka hasilnya juga tidak bagus. Datanglah lebih awal ke lokasi sebelum sunrise, dan pulang lebih lambat setelah sunset, untuk menikmati twilight dengan langit biru yang indah.

Jangan lupa pula untuk melihat arah langit sebaliknya, jadi setelah sunrise misalnya, lihat arah barat. Hal ini dikarenakan pada saat itu umumnya langit kebalikannya memiliki tonal yang bagus.

 

Know How To Post Process

Berdalihkan “memotret murni tanpa cela” maka kebanyakan fotografer pemula me-nabu-kan penggunaan aplikasi untuk post processing. Tolong bedakan antara “tidak mau melakukan post processing” dengan “tidak bisa melakukannya, tapi tidak mau malu”

Basic post processing sudah pasti dibutuhkan untuk fotografi. Mengapa? Karena kamera kita, tidak seperti mata + otak kita, memiliki kelemahan. Sebagai contoh dynamic range. Kamera kita tidak mampu sepenuhnya menangkap dynamic range alam, sehingga dibutuhkan burning & dodging untuk meningkatkannya. Kadang bahkan kita membutuhkan proses HDR.

Kamera kita juga di setting berbeda. Ada yang saturasi nya kuat (Nikon sebagai contohnya), adapula yang pastel (Canon sebagai contoh). Sehingga kita perlu “push” saturasi dan kadang kontras dari foto yang kita hasilkan.

Post processing juga kadang dibutuhkan untuk menghilangkan elemen yang mengganggu tetapi tidak mungkin dipindahkan di lapangan.

Jadi paling tidak, pahami post processing yang dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang lebih baik dari yang kita ambil menggunakan kamera. Menjadi seperti apa? Menjadi lebih mirip dengan realitas yang kita lihat ….





9 thoughts on “5 Tips Fotografi Lanskap”

  1. Kenapa ngga dari kemaren tulisan ini keluar? Nungguin saya tersesat kebingugan make GND dulu ya?

    Thanks ya konsultasi gratis soal GND kemaren. Jadi punya alesan buat belanja lagi:)

    oiya, masa sih saturasi nikon kuat? kayanya cenderung netral atau ke warna aktualnya. Kalo saturasi kuat tuh sony.

    1. Enak aje, ini sudah ditulis dari kapan kapan hahaha cuman belum di publish saja, wkwk
      Coba lihat warna biru nya langit, elektrik bro. Tapi nikon baru sudah lebih di pastel kan, jadi gak se elektrik dulu

  2. Knapa kok photographer indo kalo motret sunrise ataupun sunset gak pernah pake teknik “black card” spt yg di lakukan oleh org LN ? apakah mmg gak pernah tau atau gmn …?

    1. Ada kok yang pakai teknik itu. Black card bisa digunakan apabila GND tidak tersedia. Apabila tersedia maka menggunakan GND akan lebih praktis dan efisien. Karena terukur langsung dan tidak berdasarkan perasaan Saja

Leave a Reply MY-ers ...