17-40 atau 24-105?

Tergelitik dengan teman yang “salah” beli lensa jadi pengen bahas nih. Satu hal yang kadang kurang dipahami oleh para nubie adalah DSLR memiliki crop factor. Crop factor ini diakibatkan penggunaan sensor yang tidak sebesar kamera film (ukuran 35mm) untuk kepentingan ekonomis. Pada DSLR dengan crop factor maka focal length lensa dikalikan dengan crop factor number.

Kamera low-medium end di Canon (2-4 digit : 7D, 40/50/60D, 400/450/500/550/600D dan 1000/1100D) crop factornya 1.6. Jadi focal length 17-40mm pada kenyataannya setara dengan 27.2 – 64mm pada kamera SLR film atau kamera DSLR high-end (5D, 1D – kecuali 1D Mark II/III/IV yang crop factornya 1.3x).

Pada Nikon low-medium end crop factornya 1.5. Sedangkan pada olympus crop factornya 2x. Nilai crop factor ini sangat berpengaruh saat kita memilih lensa.

Lensa 24-105 yang disebut-sebut sebagai lensa all-round untuk SLR / DSLR full frame tidaklah sepenuhnya all round lagi bagi DSLR dengan crop factor. Lensa all round untuk DSLR dengan crop factor adalah 17-40 atau 17-55 atau 18-55mm atau 15-85 dan 18-135. Padahal lensa-lensa dengan focal length ini disebut wide angle lens di full frame DSLR.

Nah, jadi pahami bahwa DSLR kita memiliki crop factor, lalu tentukan lensa pilihan anda dengan lebih bijak 🙂 selamat berbelanja

MOTO YUK!!!




9 thoughts on “17-40 atau 24-105?”

  1. mas..saya mau nanya niy..apakah untuk foto potrait lensa ef 17-40mm cocok di gunakan??
    walaupun sebenar nya lebih cocok utk landscape..trus bagaimana dengan fitur IS nya yg tidak ada??
    apakah sangat berpengaruh besar utk sebuah hasil foto..??

    1. 17-40 kalau di full frame gak recommended, distorsinya “parah”. Di non full frame much better asal jangan pakai 17mm nya, yah 24mm ke atas lah.
      IS tentunya berpengaruh, tetapi secara umum lensa wide lebih “tidak butuh” IS karena minimum speed nya rendah (ingat rule of thumb 1/focal length)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *