10 Foto termahal di dunia

Artikel ini terinspirasi dari membaca artikel di salah satu forum mengenai foto-foto yang diketahui dijual dengan harga paling mahal. Tertarik dong ya buat lihat emang seperti apa sih foto ini. Berikut adalah juara 1 nya :

expensive01

Foto : “Rhein II” – Andreas Gursky (1999) $4.3 million – Foto-foto lainnya bisa dibaca di link ini.

Sedangkan salah satu foto lain yang jawara mahal juga adalah “The Pond/Moonlight” – Edward Steichen (1904) $2.9 million

expensive08

Foto di atas kalau di forum mungkin sudah di komentari panjang pendek ya. Ada yang ngomong gak ada POI, ada yang bilang langitnya flat, ada yang bilang garis tidak dinamis. But my friend …. ini harganya 4 milliar rupiah lebih (dan 3 milliar untuk foto kedua yang merupakan peringkat 8) hahaha.

Jadi apa sebenarnya yang dibeli?

Saya sendiri tidak tahu juga ya. Saya hanya peng-hobby fotografi. Saya tidak make a living dari fotografi. So saya juga tidak “peduli” foto dihargai berapa. Buat saya pribadi kepuasan pribadi ada di atas segala nya, sejauh ini.

Tetapi mungkin sedikit pemikiran dari saya, yang dibeli sebenarnya bukan foto ini (saja). Melainkan keseluruhan reputasi si fotografer. Mulai dari kegigihannya, konsistensinya, nuansa nya, ide – ide nya. Intinya bukan hanya 1 foto, melainkan ribuan foto sebelumnya yang menghantarkannya menjadi terkenal.

Selain itu rasanya uniqueness menjadi karakter lain. Uniqueness ini bisa macam macam. Bisa masalah detilnya, bisa juga masalah warna nya yang vivid (atau malah sangat muram), bisa juga cerita yang dibawa, bisa juga breathtaking view of it, bisa juga horror yang dibawa.

So, mungkin (mungkin ya…) yang penting adalah konsistensi & uniqueness.

Jadi bagaimana peranan forum dan komunitas? Kritik dan saran dari komunitas menurut saya merupakan masukan. Terima dan renungkan … tapi tindakan apa yang kita mau lakukan atas saran itu? Ya terserah kita masing masing. Misalnya kita suka tonal muram, apakah saran / masukan bahwa tonalnya terlalu muram berarti kita harus berubah? Ya belum tentu … kalau sudah di coba tidak suka, artinya ya gak cocok. Tapi kalau belum juga dicoba sudah ngeyel … itu namanya bodoh 🙂

Have fun … pada akhirnya ini toh hobby kita, bukan kerjaan dengan target dan KPI.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *