MY BBM Challenge Winner – Black & White Theme

Dunia Hitam Putih dalam Fotografi
Ketika unsur keharmonisan beberapa warna,elemen dan komposisi dalam foto tidak terjadi, walaupun foto berwarna tersebut memiliki kemampuan untuk menangkap suasana seperti aslinya. Ketika emosi dalam foto tidak tercapai ketika di tampilkan dalam bentuk warna.

Black and White atau hitam putih dalam fotografi adalah sebuah aliran tersendiri yang mempunyai cukup banyak peminat. Dimana Black White berbeda dengan foto berwarna yang mempunyai aneka warna-warni, BW hanya terdiri dari turunan 2 warna hitam ke putih.

Foto Black White adalah salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya elemen warna yang mengganggu, kadang foto hitam putih justru lebih kuat membekas di benak yang melihatnya.

Lho apa bagus nya dengan foto Hitam Putih yang memiliki turunan 2 warna hitam ke putih tersebut? dengan BW, foto menjadi unik dan cenderung lebih jelas apa yang menjadi fokus utamanya.

BB MY 1
1. Dedi Wahyudi – Portrait of Woman
2. Andy Rahardian Akbar – Into The Deep Mist
3. Dikye Darling – The Messanger

MY1_#1_DediMY1_#2_AndyMY1_#3_Dikye

BB MY 2
1. Rudy Mark II – Blessed
2. Liv Yah – Satria Berkuda Putih
3. Eko Daryanto – Sendiri

MY2_#1_RudyMY2_#2_Liv YahMY2_#3_Eko

Sharing itu tidak sebatas EXIF

Ada sedikit kesalahpahaman bahwa di motoyuk semua foto harus di sertai EXIF (data mengenai kamera, aperture, shutter speed, iso, dll). Yang tepat sebenarnya adalah di motoyuk foto perlu disertai sharing, karena motoyuk adalah keluarga pembelajaran fotografi. So semua perlu share mengenai apapun mengenai foto yang diambil. Kadang EXIF adalah sharing yang relevan, tapi kadang mungkin bagaimana setting lighting, atau mungkin juga bagaimana setting stage nya atau bahkan wardrobe nya. Apapun yang dirasakan relevan buat pembelajaran teman motoyuk lainnya.

Kenapa tidak hanya EXIF … coba jujur, apakah dengan setting kamera sesuai dengan exif yang di nyatakan akan memungkinkan kita menghasilkan foto yang sama? Tidak juga. Karena fotografi itu tidak sekedar exif. Ada unsur komposisi, jenis kamera yang digunakan dan karakter nya, lokasi + date-time nya, post processing, interaksi dengan model, dll. Banyak sekali. So sekedar EXIF tentunya sangat minimal.

Sama halnya dengan foto di bawah ini :

Austinmer

Ya, foto di ambil dengan Sony a7r + 16-35mm pada 17mm f11 iso100 2 detik. Menggunakan NISI GND Reverse 0.9 + NISI CPL + Nisi v5 holder.

Continue reading Sharing itu tidak sebatas EXIF

ND 6 Stop untuk Landscape

Filter ND (Neutral Density) adalah salah satu filter yang walaupun bisa di tiru dampaknya dengan image stacking, tapi tetap relatif tidak tergantikan di dunia digital. Saya memulai memotret landscape dengan menggunakan ND 10 stop. Yang artinya kalau saya pakai filter ini shutter speed 1 detik bisa jadi 17 menit 4 detik …. lama ya? Jelas, karena ND 10 stop hanya meloloskan 0.098% cahaya. Super gelap.

Putty Beach

Ini cocok banget buat pemotretan dengan cahaya cukup berlimpah. Misalnya saat matahari sudah mulai agak tinggi seperti di foto di atas, 160 detik. Tapi bila matahari belum tinggi, atau kita ingin slow shutter nya tidak selembut di atas, hemmm agak sulit dengan ND 10 stop. Kecuali kita mau berkorban dengan iso lebih tinggi.

So, akhirnya saya investasi tambahan filter ND 6 stop. Sudah pengen dari dulu, tapi baru kesampaian sekarang. Karena sudah mencoba kualitas ND 10 stop NISI yang netral (foto di atas menggunakan NISI ND dan GND), saya investasi kembali di NISI ND 6 stop.

Sesuai dengan ekspektasi filter ini memang sesuai dengan kebutuhan pemotretan landscape. Contoh pemotretan di bawah ini exposurenya tanpa ND filter (hanya GND 0.9 hard) : f16 iso100 1/4secs

Hornby Lighthouse

Dengan filter ND10 stop maka settingnya menjadi : f16 iso100 4 menit 16 detik. Atau kalau kita mau kompromi dengan aperture dan iso nya maka kita bisa gunakan setting f11 iso200 1 menit 4 detik (Semua perhitungan ini menggunakan fitur exposure di aplikasi Photopills di iOS).

Well, kalau kita memang membutuhkan speed sampai lebih dari 1 menit, ok. Tapi kadang itu tidak ok karena permukaan ombak jadi terlalu halus, atau awan jadi terlalu halus. Kita butuh sedikit lebih cepat. Itu saat ND 6 stop di butuhkan. ND 6 stop meloloskan 1.563% cahaya, masih gelap, tapi gak pakai banget.

Pada foto di atas saya gunakan ND 6 stop NISI, hasilnya f16 iso100 15 detik. Cukup untuk menghaluskan area laut, akan tetapi bagian awan masih dapat detilnya, tidak ada efek movement yang tidak di inginkan. So, memang kadang kita membutuhkan 6 stop, bukan 10 stop. Terutama saat cahaya agak terbatas, dimana matahari belum atau baru saja terbit.

Performance filter NISI ND 6 stop ini sendiri sama baiknya dengan yang 10 stop. Tidak ada color cast. Foto di atas relatif tidak di post pro terlalu banyak, hanya saya ubah white balance nya, karena daylight white balance di Sony A7R agak cold ternyata.





Steel Wool under the Milky Way

Bombo Quarry

Ini adalah salah satu hasil percobaan saya yang berhasil dan sesuai dengan yang saya imajinasikan awalnya.

Secara garis besar ini adalah foto hasil composite dari 2 foto di lokasi yang persis sama dengan exposure yang jauh berbeda. Milky way (background) membutuhkan exposure yang jauh lebih lama dengan iso dan aperture yang lebih sensitif. Sementara steel wool (foreground) membutuhkan exposure yang lebih sebentar.

Continue reading Steel Wool under the Milky Way

Lensa Fuji yang Mana?

Setelah post body kamera Fuji yang mana, saya mau ulas sedikit mengenai lensa yang mana untuk kamera fuji yang di beli. Ini tentunya bukan rekomendasi teknis berdasarkan chart dll, lebih ke pengalaman saya dengan beberapa lensa Fuji yang saya gunakan dan juga genre saya. So kalau MY-ers beda genre tentu saja bisa punya preference yang berbeda.

Sejauh ini lensa dengan X Mount yang saya miliki (hasil konversi dari seluruh koleksi Canon saya sebelumnya) :

  • Fuji XF 10-24mm f4 R OIS
  • Fuji XF 18-55mm f2.8-4 R LM OIS
  • Fuji XF 55-200mm f2.5-4.9 R LM OIS
  • Fuji XF 18mm f2 R
  • Fuji XF 23mm f1.4 R
  • Fuji XF 35mm f1.4 R
  • Fuji XF 56mm f1.2 R
  • Samyang Fish Eye 8mm f2.8 MK2
  • Samyang 12mm f2

Sedangkan koleksi lensa tua untuk keperluan moto manual focus dengan metabone speed booster saya fokuskan pada lensa Canon FD. Hal ini supaya saya cukup punya 1 adapter speed booster saja. Lebih hemat. Sejauh ini ada 3 lensa : FL 55mm f1.2, FD 50mm f1.4 SSC dan FD 135mm f2.

new-fuji-lenses

Ada juga lensa Zeiss Flektogon 35mm f2.4.

Continue reading Lensa Fuji yang Mana?

MY BBM Challenge Winner

BB Challenge 1st place - Andy
BB Challenge 1st place - Buchari
BB Challenge 2nd place
BB Challenge 2nd place - Rachmat
BB Challenge 3rd place - Ridho
BB Chalenge 3rd place - Wikan

Planning for Landscape Photography

Merencanakan pemotretan lanskap bukanlah hal mudah. Banyak aspek yang harus diperhatikan. Di antaranya : cuaca, kondisi awan, posisi matahari, keamanan lokasi, pasang surut air laut, dll. Dulu saya seringkali melakukan pemotretan lanskap dengan model “Hajar Blehhh” alias tanpa planning. Dan akibatnya adalah kekecewaan karena meleset sana sini.

Belakangan ini saya menggunakan tools untuk merencanakan pemotretan. Tidak sempurna. Tapi paling tidak mengurangi aspek kesalahan perencanaan.

Ada banyak tools yang dapat digunakan, tapi saya akan coba bahas salah satu tools yang menurut saya paling berguna : PhotoPills. Aplikasi yang saat ini hanya tersedia di Apple iOS dengan harga USD 9.90 …. Bagi yang mengeluh kenapa berbayar … MALU !!!!!! beli lensa dan body harga jutaan tapi mengeluh untuk beli aplikasi dengan harga beberapa ratus ribu. Kamu pikir jadi software developer itu gampang apa? #CurCol

Lokasi Sunrise & Sunset

Selain cuaca (yang bisa dilihat melalui aplikasi weather atau website ramalan cuaca), salah satu aspek terpenting dalam pemotretan lanskap adalah posisi matahari.

Kirribili

Pada pemotretan di atas, bagaimana cara kita merencanakan pemotretan dari awal kalau kita tidak tahu posisi matahari secara tepat? Kita mungkin akan menunggu sunset di lokasi yang berbeda dan tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Saya menggunakan Photopills untuk merencanakan dimana saya akan menunggu sunset, dan ketika sampai di lokasi, dimana saya harus berdiri menunggu sehingga matahari membentuk star karena tertutup sebagian oleh pohon di kejauhan.

Sebagai informasi bagi yang tidak sadar, posisi matahari terbit dan tenggelam itu bergeser dari waktu ke waktu. Ya, matahari terbit di timur dan tenggelam di barat, tapi timur bagian mana dan barat bagian mana.

Photopills memungkinkan kita mensimulasikan posisi dimana matahari akan terbit dan tenggelam. Kita tinggal mencari lokasi pemotretan lalu memilih tanggal dan waktu pemotretan, dan kita bisa melihat di arah mana matahari akan terbit (garis kuning) dan tenggelam (garis oranye).

sunrise sunset

Tidak hanya itu, apabila sudah sampai di lokasi kita bisa menggunakan Augmented Reality untuk memperkirakan dimana matahari akan terbit / tenggelam. Nah ini yang saya gunakan untuk “ngepasin” matahari tenggelam di pepohonan pada foto di atas. Saya tahu saya butuh itu agar matahari bisa dibuat jadi star burst menggunakan aperture yang sempit.

AR

Augmented Reality, buat yang gak paham istilahnya, adalah tools dimana kita bisa melihat kondisi di lapangan langsung (kayak lagi mau moto pakai handphone kita – live view) dan di frame yang sama kita bisa melihat berbagai informasi tambahan. Dalam kasus ini informasinya adalah arah gerakan matahari terbit / tenggelam.

Continue reading Planning for Landscape Photography

Agenda Kegiatan Motoyuk 2016

RENCANA KALENDER EVENT MOTOYUK 2016
(ini hanya sbg guideline, prakteknya bisa berubah dan berimprovisasi menyesuaikan situasi, misal dengan menambah event2 dadakan)

MARET
• Photography Class #1 : “Important things in Photography”, Sabtu 5 Maret 2016, Trainer Franky Go, Berbayar, PIC Panitia : Yohanes Indro Kristanto
• Trip to Majalengka, Sabtu-Minggu, 19-20 Maret 2016, PIC Panitia : Bayoe Wanda dan dibantu Antonius YondyRini DaihatiDedi Wahyudi

APRIL
• Photography Class #2 : “Photoshop Editing”, Minggu 3 April 2016, Trainer TBD, Berbayar, PIC Panitia : Maria Adriani
• Motoyuk menjadi Event Organizer untuk “Sawarna for Canon Photo Marathon Winners”, 20 to 24 April 2016

MEI
• Motoyuk Goes to Baduy Dalam, 2 days trip, Jumat-Sabtu (libur nasional 2 hari) 6-7 Mei 2016, Berbayar, PIC Panitia : Rachmat Yulyanto dan dibantu Rini Daihati, Dedi Wahyudi, Maria Adriani, Yohanes Indro Kristanto
• Huntng Bareng di Jakarta Fashion & Food Festival MKG, tanggal TBD, Tidak Berbayar, PIC Panitia : Maria Adriani

JUNI
• Photography Class #3 : “Hijab Photography with Lighting (Ramadhan)”, Sabtu 4 Juni 2016, Berbayar, PIC Panitia : Rini Daihati dan dibantu Antonius Yondy, Meity Chen, Maskur Sav
• HI Ramadhan di Benhil & Bukber, Sabtu 18 Juni 2016, Saweran untuk Menu Buka, PIC Panitia : Dedi Wahyudi dan dibantu Rini Daihati, Bayoe Wanda

JULI
• IDUL FITRI (agak kosong event bulan ini)
• Motoyuk Goes To Pangalengan or Sinumbra Bandung, 2 days trip, Sabtu-Minggu 30-31 Juli 2016, Berbayar, PIC Panitia : Bayoe Wanda dan dibantu Nelwan Handoko Hasan, Maria Adriani, Dedi Wahyudi, Rini Daihati

AGUSTUS
• Photography Class #4 : “Art of Arsi by Narsiskus Tedy”, Sabtu 6 Agustus 2016, Berbayar, PIC Panitia : Rini Daihati dan dibantu Maria Adriani
• MY Goes To Jogya, 3 days trip, Jumat sd Minggu 19 sd 21 Agustus 2016, Berbayar, PIC Panitia : Antonius Yondy, Meity Chen dan dibantu Rini Daihati, Dedi Wahyudi, Maria Adriani, Yohanes Indro Kristanto

SEPTEMBER
• Motoyuk Photo Marathon, 2 full days event class & practical & lomba, Sabtu-Minggu 3-4 September 2016, Berbayar, PIC Panitia : Yohanes Indro Kristanto dan dibantu Antonius Yondy, Meity Chen
• Anyer 1 day Trip, Minggu 25 September 2016, Berbayar, PIC Panitia : Bayoe Wanda, Maria Adriani

OKTOBER
• Memotret Wayang Orang Baratha, Sabtu 8 Oktober 2016, Saweran Bayar Tiket, PIC Panitia : Maria Adriani, Rini Daihati
• Photography Class #5 : “Food & Beverage Photography”, Minggu 30 Oktober 2016, Berbayar, PIC Panitia : Yohanes Indro Kristanto

NOVEMBER
• Motoyuk Anniversary, Foto Camp di TBD Camping Ground, Sabtu-Minggu 12-13 November 2016, Berbayar, PIC Panitia : all MY team Event

DESEMBER
• Motoyuk Goes To Ujung Genteng, Sabtu-Minggu 10-11 Desember 2016, Berbayar, PIC Panitia : Rachmat Yulyanto, Yohanes Indro Kristanto

MY BBM Monthly Winner – Jan 2016

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat �Berbeda-beda tetapi tetap satu�. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Dear all motoyuk’ers kembali diadakan bb challenge bulan januari 2016 dengan tema “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , ada pun challenge berlangsung dari 09 – 24 January 2016.
berikut pemenang challenge bulan january 2016

BB MY 1 Group :
1. Chandra Winoto – BB MY 1 – “Pengunjung Sam po Kong ”
MY BBM Monthly Winner

2. Cecil Damayanti – BB MY 1 – Flag & Church
MY BBM Monthly Winner

3. Benjamin Pelawi – BB MY 1 – four Hands
MY BBM Monthly Winner

BB MY 2 Group :
1. Putro Asta Nagara – BB MY 2 – Di Tepi Persemaian Padi
MY BBM Monthly Winner

2. Albert Cahyadi – BB MY 2 – The Building
MY BBM Monthly Winner

3. Luckman Afandy – BB MY 2 – Borobudur
MY BBM Monthly Winner

NISI Neutral Density (ND) 10 Stop

Salah satu filter yang tidak tergeser oleh teknologi digital adalah neutral density / ND. Secara mudahnya filter ini menahan cahaya masuk dan mengenai sensor. Yah, mirip dengan kaca mata hitam yang biasa kita gunakan saat sedang terik.

Simple? Ya dan tidak, untuk membuat filter ND dengan densitas (tingkat kegelapan) yang rendah sih tidaklah terlalu sulit. Tapi begitu makin pekat / gelap maka kesulitan akan meningkat. Ingat cahaya yang kita lihat terdiri dari berbagai spektrum warna cahaya. Warna pelangi. Pada ND dengan tingkat kepekatan 10 stop, maka produsen perlu membuat filter yang mampu meloloskan hanya 0.001 cahaya …. dan apabila levelnya tidak sama disemua spektrum cahaya, hasilnya adalah? Color cast.

Color cast adalah gejala warna tambahan yang kita lihat muncul pada foto akibat penggunaan filter, terutama ND yang sangat gelap. Kenapa bisa muncul? Seperti yang dijelaskan di atas, karena tingkat blocking semua spektrum cahaya nya tidak sama.

Mengening Bali

So, selain ketajaman, maka color cast yang netral (tanpa color cast) adalah satu hal yang sangat di cari dari filter ND. Saya pernah menggunakan merek Hitech ND 10 stop (square format) … OMG magenta color cast nya, parah. Sulit sekali post pro nya. Lalu saya juga coba Lee Big Stopper (foto di atas), filter ini relatif bagus karena color cast nya walaupun masih ada, adalah biru. So, perbaikannya di post pro relatif “mudah”.

Waktu mendapat kesempatan mencoba NISI ND Filter yang di kabarkan memiliki color cast netral, saya sempat ragu. Produsen sebesar Lee saja masih kena color cast, masak ini yang relatif lebih murah dibanding Lee bisa netral?

Continue reading NISI Neutral Density (ND) 10 Stop

%d bloggers like this: