Studio Lighting Workshop & Sharing

10553418_10205256637567010_7685493050749753206_n

JUST PUBLISHED – MotoYuk Core Series : Landscape Edition

“MY Photography Series” adalah kumpulan buku seri fotografi yang dibuat oleh motoyuk.com. Sampai saat ini sudah ada lima buku yang diterbitkan dalam seri ini. Mulai dari Basic Photography (f5.6 – Getting Smart with Photography), dua buah buku Compendium yang merupakan contoh-contoh kasus dan foto, Dancing with Perspective – f8 – Memahami Fotografi Arsitektur dari A ampai Z, dan tentunya buku ini.

Dalam buku “f16 – Memahami Landscape Photography dari A sampai Z” ini akan dibahas mulai dari :

  • Teknik: mulai dari setting yang harus digunakan, teknik hyperfocal, dll.
  • Komposisi: bagaimana memilih komposisi yang tepat dan benar dalam pemotretan lanskap.
  • Peralatan: panduan lengkap pemilihan kamera, lensa, filter, tripod, dan tentunya tip penggunaannya.
  • Post processing: apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil foto kita.
  • Tip praktis: berbagai tips praktis hasil dari pengalaman memotret lanskap saya selama ini.
  • Dan tentunya banyak contoh mengenai fotografi lanskap.

LanskapSemuanya untuk membantu Anda menghasilkan foto lanskap yang lebih baik lagi. Baik Anda yang baru akan memulai atau sedang mengembangkan lebih lanjut fotografi lanskap, akan mendapatkan sesuatu yang baru di buku ini. Buku ini layak untuk jadi panduan lengkap Anda untuk fotografi lanskap.

Link belanja online : http://www.gramediaonline.com/moreinfo.cfm?Product_ID=898433

Harga : Rp 89.800 (diskon 15% di toko online)


Slow Shutter Anyone?

Kebetulan minggu lalu dapat kesempatan untuk business trip ke Singapore. Saya sudah ke singapore beberapa kali, so agak bingung mau motret apalagi. Tapi kebetulan teman dari Ausie belum pernah, so pikir pikir tidak ada salahnya ke tempat yang “sama”. Alhasil kita menuju area Marina Sands Bay (lagi).

Nature vs Man MadeVery low angle ... hampir nempel ke air dan si bunga teratai | Fuji XT1 dan Samyang Fish Eye 8mm

Yang unik dari Singapore adalah mereka selalu memperbaharui hiasan di lokasi wisata mereka. Seperti di museum di dekat Marina Sands Bay ini, kali ini mereka baru saja menanam banyak sekali bunga teratai dan sedang berbunga. Terpikirlah untuk mengambil angle seperti di atas. Fish Eye membantu karena tanpa fish eye bangunan nya terpotong, atau bunganya kecil (kalau agak jauh).

Kebetulan kita bisa masuk sampai di bawah museum, dan kita mendapatkan view yang sangat menarik. Sudah kita bayangkan pada saat sunset pasti menarik, so sembari jalan jalan kita menunggu sunset yang baru datang sekitar jam 19.00 local time.

Saat akhirnya sunset datang saya gunakan posisi low angle untuk mendapatkan posisi bunga teratai yang pas. Tripod tentunya diperlukan, dan GND Soft Edge 0.9x juga.

Nature vs Man MadeFuji XT1 + XF 10-24mm - f11 iso200 1/50secs - Velvia

Berkarakter dengan awan awannya, tapi saya ingin riak air di permukaan kolam hilang, dan juga awan lebih lembut. So teknik slow shutter saya coba. Karena saya gunakan Big Stopper ND (10 stop) maka saya bisa push sampai 6 menit exposure (cara hitung lihat cara penggunaan ND filter di web ini juga). Tapi ND filter kadang agak under kalau pas dengan hitungan, so saya lebihkan menjadi 340 detik.

Continue reading Slow Shutter Anyone?

MotoYuk Merchandise … Limited Stock

11046816_10153065959318903_6215344548540954441_n

Happy Bday MotoYuk ….

Acara ultah motoyuk berlangsung meriah dan sangat menyenangkan. Selain dapat ilmu baru yang variatif (mulai dari studio lighting, makro, flower photography, travel, architecture .. juga sharing pengalaman lomba foto), yang paling penting adalah ketemu dengan keluarga motoyuk.

MY4

MotoYuk bukan komunitas fotografi, motoyuk adalah keluarga. Tidak ada yang senior, tidak ada yang junior. Semua adalah anggota keluarga.

Continue reading Happy Bday MotoYuk ….

MY Photography Series Books

Screen Shot 2015-02-15 at 10.06.10 AM

Sampai saat ini 2 kategori buku MotoYuk Photography Series sudah beredar :

  • Core Series : isinya lebih serius, lebih banyak teks tentang teori dan tips trik menarik suatu genre. Basic-Advance + Architecture sudah terbit
  • Compendium Series : isinya lebih ringan, ini merupakan compendium / pendamping core series. Isinya lebih banyak foto dan contoh beserta tips spesifik. Asyik buat bacaan ringan

Dalam waktu dekat keluarga photography series ini akan bertambah dengan core series mengenai Landscape Photography (cover belum selesai design nya … so ini bukan cover)

Screen Shot 2015-02-15 at 10.11.31 AM

So, sudah koleksi buku buku motoyuk?

MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Seimbang atau balance dalam sebuah komposisi tidak sama dengan harus simetris. Simetris pasti balance, tetapi balance tidak selalu simetris. Simetris adalah permainan bidang yang seimbang antara sisi kiri dan kanan.

Dalam dunia seni rupa dikenal dua konsep kesimbangan yaitu konsep simetris dan asimetris. Simetris tentunya lebih formal dengan konsep titik sumbu di tengah membagi dua sama rata dan sama berat, komposisi simetris lebh mudah dipahami oleh pikiran kita karena secara kodrati manusia sendiri terlahir simetris.

82

Simetris ini berlaku utuk objek2 arsitektur jaman tradisional, contohlah istana raja2 cenderung bangunan nya simetris antara sisi kiri dan kanan. Penerapan dalam photography tentunya mudah untuk bangunan seperti ini, Anda tinggal menuju di titik tengah membagi dua bidang kiri dan kanan lalu capture it…. aman dan mudah. Simple sekali. Secara teori ini mengakibatkan bangunan menjadi lebih cenderung monoton, terbatas dan agak kaku. Komposisi keseimbangan akan menjadi dinamis ketika Anda merubah angle terhadap gedung yang foto menjadi angle membentuk perspektif 2TH.

Continue reading MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Electronic Shutter

Pada firmware terbaru Fuji XT1 diluncurkan satu fitur dimana kamera ini bisa menggunakan “electronic shutter“. Sebelumnya Fuji XT1 hanya memiliki mechanical shutter sehingga speed paling cepat yang bisa dicapai hanyalah 1/4.000 seconds. Ini menyulitkan pada pemotretan dengan lensa bukaan super lebar di outdoor + terang.

Selama ini saya mengakali dengan menggunakan ND filter. It works, tetapi ya lebih repot karena harus ada ND filter plus juga lebih mahal karena harus beli filter tambahan. Belum lagi penurunan kualitas karena adanya filter (bagaimanapun pasti ada walau mungkin tidak terlihat).

Dengan electronic shutter ini maka kamera XT1 mampu mencapai kecepatan 1/32.000 seconds. Sehingga menghilangkan kebutuhan akan filter ND saat pemotretan outdoor dengan lensa bukaan lebar. Sangat convinient.

Putri Indonesia 2015Dalam pemotretan studio ini saya sempat kesulitan karena trigger tidak mau menyala sama sekali. Setelah otak atik baru saya paham kalau electronic shutter menghalangi penggunaan flash, sama dengan silent mode

Keuntungan lain dari electronic shutter adalah tidak ada suara sama sekali saat shutter di tekan. Ini tentunya sangat ideal bagi pemotretan street yang berusaha mengurangi gangguan di jalan.

Continue reading Electronic Shutter

Custom White Balance

Buat yang belum paham soal white balance dan pengaruhnya, silahkan baca dulu artikel di motoyuk berikut ini.

Nah buat yang sudah paham … ini sekedar sharing singkat mengenai situasi yang sering kita hadapi di lapangan. Di lapangan sering kita ketemu masalah di mana pencahayaan terlalu ekstrem warnanya. Misalnya pada saat saya memotret di event Manchester United Live beberapa waktu lalu di dalam dome nya digunakan lampu merah. Akibatnya kalau kita motret pakai daylight white balance pasti hancur lebur.

Menggunakan Auto White Balance sifatnya ya untung2an. Ada kamera yang AWB nya relatif cukup canggih untuk kompensasi, tapi karena saking ekstrem nya ya relatif susah memang untuk dapat tonal yang netral.

IMG_0702

Foto di atas di ambil menggunakan XT1 dan XF 18mm f2 dengan menggunakan AWB. Lihat warnanya masih parah merah nya. Ya wajar, karena tidak ada cahaya lain di lokasi tersebut.

Salah satu trik yang bisa digunakan adalah menggunakan Custom White Balance.

Custom WB ada di setiap kamera, hanya saja cara aplikasinya agak berbeda-beda. Saya ambil contoh kamera canon, yang perlu dilakukan adalah :

  1. Foto kertas abu-abu / putih menggunakan AWB
  2. Lalu masuk ke menu dan pilih custom white balance
  3. Pilih foto yang tadi sebagai referensi nya

Sedangkan di Fuji XT1 agak berbeda :

  1. Pilih custom white balance, Fuji akan menampilkan kamera siap jepret
  2. Foto kertas abu-abu / bidang putih – otomatis maka custom white balance akan di setting berdasarkan foto tadi

Hasil penggunaan custom white balance bisa dilihat di bawah ini :

IMG_0699

Kalau kita lihat warnanya sudah jauh lebih netral. Skin tone sudah lebih betul walau belum sempurna (karena keterbatasan cahaya nya).

Kita dapat mengulang proses registrasi custom white balance ini beberapa kali untuk mendapatkan acuan yang paling pas.



style="display:inline-block;width:300px;height:250px"
data-ad-client="ca-pub-5601868709367521"
data-ad-slot="6602566535">


Hyperfocal Using Fuji Lens

Buat yang belum paham apa itu hyperfocal, baca dulu artikel-artikel di motoyuk yang terkait dengannya. Artikel ini tidak akan membahas lagi apa dan mengapa hyperfocal.

Menggunakan lensa manual dengan distance scale adalah cara yang praktis untuk menggunakan teknik hyperfocal. Selain itu ada juga cara focusing di jarak tertentu menggunakan AF. Tapi cara kedua ini agak repot karena biasanya kamera sudah terpasang di tripod. Focusing ke jarak tertentu kadang membuat kamera perlu di kendorkan dari tripod.

Fuji (dan saya rasa beberapa mirrorless lain) ternyata memiliki distance scale ini pada LCD ataupun electronic viewfinder mereka. Ini terlihat apabila kita mengubah menjadi mode Manual Focus.

IMG_0482

Pada gambar di atas kita fokus pada jarak sekitar 1.7 meter (lihat garis kuning di tengah garis biru) dan ruang tajamnya adalah mulai dari 1.5 meter sampai dengan 2 meter (lihat garis biru di distance scale).

Continue reading Hyperfocal Using Fuji Lens

%d bloggers like this: