Breaking News …

Saat ini web motoyuk dijalankan dengan dana pribadi karena tidak adanya donasi dan kas. Google advertising juga tidak memadahi karena hanya sekitar Rp 3.000 / hari. Shortage yang terjadi sampai dengan hari ini mencapai Rp 900.000, oleh sebab itu setelah masa hosting berakhir ada kemungkinan website ini akan di tutup. Komunikasi akan berlanjut via FB Group, offline dan buku.

(20 Sep 2014) : dengan bantuan beberapa teman efisiensi sudah bisa dilakukan sehingga beberapa cost ke depannya bisa di tekan. Tetapi untuk menutup biaya 900rb yang sudah keluar senang sekali apabila ada yang mau donasi, Rp 10.000 pun di terima …. semoga bisa meringankan

BCA 235 0182 104 – Edo Kurniawan S

Berikan angka 1 rupiah di bagian belakang supaya mudah di kenali … salam motoyuk – Donasi terkumpul saat ini (28 Sep 2014) : Rp 2.311.555

WANTED

Dicari rekan rekan MY-ers yang bisa berbagi pengalaman dan foto menggunakan mirrorless … saya hanya punya Fuji, so kebanyakan sharing adalah Fuji, padahal saya yakin mirrorless lain juga memiliki kelebihannya tersendiri. So, butuh artikel2 itu untuk memperkaya informasi MY-ers yang lain.

photographerswanted 1 WANTED

Kalau berminat, silahkan kirimkan salah satu berikut ini :

  • URL post di Blog mu
  • HTML post di blog mu
  • Artikel tertulis dalam format word dengan foto terpisah berukuran kecil saja

Alamat kirim : register@motoyuk.com – Thanks

banner vsco

Cara cepat Post Pro

Salah satu artikel yang paling banyak di baca dan di cari di motoyuk adalah mengenai picture style. Sampai saat ini saya juga tidak paham kenapa. Saya sendiri tidak menggunakan picture style terlalu banyak di Canon. Picture style yang saya gunakan ujungnya cuma Faithful dan kadang IR wanna-be.

Tebakan saya (berdasarkan pengalaman pribadi) adalah karena sebagian fotografer sebenarnya malas / tidak tahu harus bagaimana melakukan post pro. Yah, belajar teknik foto (bukan bagian komposisi / ide ya) memang lebih cepat dan mudah jika dibandingkan post processing menggunakan photoshop. Butuh ratusan jam di depan komputer untuk menguasai sebagian besar teknik di photoshop. So, picture style mungkin adalah shortcut nya.

15120391147 2724075674 z Cara cepat Post Pro
Dengan menggunakan Plugin kita dapat mendapatkan tonal yang kita inginkan dalam waktu yang relatif sangat cepat – foto di ambil dengan menggunakan XPro1 dan Lensa 56/1.2 – Post pro menggunakan VSCO Kodak Portra 160.

Ya, memang picture style membantu, memberikan shortcut. Tetapi rasanya Canon maupun Nikon tidak terlalu variatif dalam hal picture style, so hanya membantu sedikit. Fuji memiliki film simulation, walaupun buat saya terasa lebih berdampak, tetapi tetap tidak menggantikan tonal buatan di photoshop. So, another dead-end. Sebenarnya ada banyak tools yang dapat digunakan di photoshop. Biasa di kenal sebagai plug-in. Dengan menggunakan plug-in ini kita bisa memilih tonal yang kita inginkan, lalu langsung melihat hasilnya di foto kita. One click dan beres deh urusan tonal.

Continue reading

MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Tulisan by : Enggar SP

Menurut Wikipedia, Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Sekitar Agustus 2014, Pak Yohanes Indro Kristanto mengemukakan di forum FB Motoyuk, mengusulkan hunting bareng terkait Baduy dengan tema kurang lebih mengangkat ke eksotisan suku Baduy baik dari sisi pemandangan, nilai budaya dan social, aktifitas keseharian dsb. Adapun wilayah yang dituju hanya sampai Baduy Tengah.

Jelas saya ngileeerr. Saya sudah lama gak travel photo hunting. Ada tawaran hunting bareng temen2 Bolang kantor, tetapi saya menolak karena rute mereka menuju Baduy Dalam dan saya pasti tidak akan sanggup mengikutinya karena cidera lutut pada bulan puasa yang mengharuskan saya tau diri akan kesehatan kaki (red : penuaan dini T_T)

Berdasar info dan kondisi diatas, akhirnya saya memutuskan IKUT Motoyuk karena pastinya saya akan mendapatkan banyak objek yang eksotis dan pastinya bisa ngerasain suka duka gimana sih hunting bareng komunitas fotografi icon biggrin MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Perjalanan saya feat Motoyuk diawali dengan meeting point di Driving Range Senayan. Sekitar pukul 19.00 WIB, kami  – ber 26 orang – dengan dikomandani oleh Pak Yohanes Indro Kristanto, Om Bayoe Wanda, Om Rachmat Yulyanto dan Om Rifka –  menggunakan bis kecil berangkat menuju Kabupaten Lebak, Banten.

Nantinya kami akan bertemu dengan pemandu guide Kang Chinul dan Kang Daniel dimana Kang Daniel adalah mantan Baduy Dalem yang sekarang menjadi warga Serang

tumblr inline nc8v8clU6j1t0jp61 MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Perjalanan Jakarta-Rangkas macet, sehingga rombongan sampai masjid Agung Rangkas sekitar pukul 23.30 WIB, sangat malam. Rombongan menginap di BKD – Balai Kepegawaian Daerah Kabupaten Lebak (semoga gak salah kepanjangan nama :D)

Continue reading

Banner Custom

Quick Setting Fuji Saya

Ada beberapa pertanyaan mengenai bagaimana saya men-setting quick setting di Fuji saya. Buat yang belum paham, quick setting adalah semacam custom setting di canon. Dimana kita bisa atur preset berbagai setting yang kita mau, so pada saat kita mau motret human interest tinggal pilih quick menu ttt dan ganti dengan quick setting lain untuk pemotretan BW misalnya. Ini jauh mempercepat reaksi kita terhadap berbagai kondisi.

Di Canon ini juga tersedia, biasanya ada 3 custom setting. Sedangkan di Fuji pilihan menu yang bisa disetting lebih terbatas, tetapi ada 7 slot quick setting yang tersedia.

FullSizeRender1 300x209 Quick Setting Fuji Saya
Custom setting 1 ini saya gunakan untuk pemotretan human interest non model – dengan film simulation Astia yang lembut warnanya. Noise reduction saya kurangi karena Fuji agak terlalu kejam dengan proses noise reduction, jadi saya kurangi sedikit.
FullSizeRender2 300x204 Quick Setting Fuji Saya
Custom setting 2 adalah mode black and white yang saya sering gunakan dalam pemotretan street. Saya memilih jenis film simulation BW dengan yellow filter. Kontras nya lebih kuat sedikit daripada yang tanpa filter, tetapi tidak separah Red. Sharpness saya tambahkan karena umumnya untuk yang BW saya tidak proses lagi – SOOC. Sedangkan highlight tone saya tambahkan untuk memperluas dynamic range nya sedikit.

15036926347 83e28cf69d z Quick Setting Fuji Saya
Continue reading

Apakah Fuji Mirrorless bisa pakai lensa Canon DSLR ?

Ok most frequent question berikutnya berkaitan dengan lensa fuji yang sering saya dapatkan dari pengguna baru. Pertanyaan wajar karena pengguna DSLR (tidak hanya Canon, tapi Nikon dll) ingin menggunakan lensa koleksinya sementara mencoba coba menggunakan sistem yang baru ini. Kan sayang sudah keburu beli. Lagipula masak harus punya 2 lensa dengan range sama, satu buat DSLR satu lagi buat mirrorless.

Lensa Moderen

Sebelum menjawab saya jelaskan dulu bahwa lensa DSLR moderen tidak di lengkapi dengan pengatur bilah aperture di badan lensa.

aperture ring 300x181 Apakah Fuji Mirrorless bisa pakai lensa Canon DSLR ?

Hal ini karena lensa di desain untuk diatur aperture nya via body kamera. Jauh lebih praktis dibandingkan jaman dulu dimana aperture harus di buka manual ke posisi paling lebar untuk focusing, baru di ubah lagi manual ke aperture yang diinginkan sebelum jepret.

Lensa moderen di desain selalu terbuka dalam kondisi aperture maksimalnya. Jadi kalau lensa Canon 16-35 f2.8 L saat tidak digunakan akan berada dalam aperture f2.8 setiap saat. Sedangkan misalnya lensa 17-40 f4 L akan berada dalam kondisi f4 setiap saat.

Continue reading

Lensa Fuji yang Mana?

Setelah post body kamera Fuji yang mana, saya mau ulas sedikit mengenai lensa yang mana untuk kamera fuji yang di beli. Ini tentunya bukan rekomendasi teknis berdasarkan chart dll, lebih ke pengalaman saya dengan beberapa lensa Fuji yang saya gunakan dan juga genre saya. So kalau MY-ers beda genre tentu saja bisa punya preference yang berbeda.

Sejauh ini lensa dengan X Mount yang saya miliki (hasil konversi dari seluruh koleksi Canon saya sebelumnya) :

  • Fuji XF 10-24mm f4 R OIS
  • Fuji XF 18-55mm f2.8-4 R LM OIS
  • Fuji XF 55-200mm f2.5-4.9 R LM OIS
  • Fuji XF 23mm f1.4 R
  • Fuji XF 27mm f2.8
  • Fuji XF 35mm f1.4 R
  • Fuji XF 56mm f1.2 R
  • Samyang Fish Eye 8mm f2.8 MK2

Sedangkan koleksi lensa tua untuk keperluan moto manual focus dengan metabone speed booster saya fokuskan pada lensa Canon FD. Hal ini supaya saya cukup punya 1 adapter speed booster saja. Lebih hemat. Sejauh ini ada 3 lensa : FL 55mm f1.2, FD 50mm f1.4 SSC dan FD 135mm f2.

new fuji lenses Lensa Fuji yang Mana?

Ada juga lensa makro dengan adapter biasa, Nikon 105mm f2.8 Micro (seri yang lama, dimana bilah aperture di atur di body lensa), dan lensa Zeiss Flektogon 35mm f2.4.

Continue reading

%d bloggers like this: