(AU) Central Coast, New South Wales

Lokasi perjalanan kali ini cukup jauh dari Sydney kota. Butuh sekitar 2 jam lebih untuk mencapai lokasinya. Tapi area nya menarik dan juga banyak alternatif lokasi baru. Pada kesempatan ini saya mengunjungi 4 lokasi, hanya saja memang tidak semuanya optimum karena kondisi hujan angin.

Putty Beach

Lokasi pantai ini cukup jauh dan tersembunyi. Akan tetapi kita bisa menemukan karang yang unik disini (foreground). Sunrise sendiri tidaklah perfect karena tersembunyi sedikit oleh bukit.

Kita bisa parkir di lapangan parkir yang ada di dekat pantai (-33.528093, 151.373546). Dari situ kita tinggal jalan ke arah Bouddi Coastal Walk (-33.530704, 151.377623). Mudah dan juga sangat dekat.

Putty Beach

Pada pagi itu saya mengalami issue yang cukup sulit. Angin kencang. Tidak sekedar angin kencang, tetapi angin basah. Alias kalau dibiarkan sebentar saja bagian depan lensa akan basah dengan percikan percikan air. Untuk yang satu ini kita harus sabar dan gerak cepat. Dan penggunaan filter sangat membantu menjaga kebersihan lensa.

Continue reading (AU) Central Coast, New South Wales

(AU) Cremorne Wharf, Sydney

Salah satu lokasi untuk memotret pemandangan kota Sydney yang tidak banyak orang tahu terletak hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan Ferry dari Circular Quay. Lokasinya ada di dekat dermaga Cremorne (Google Map Coordinate : -33.847853, 151.230895).

Cremorne - Burning SunsetDari Circular Quay kita bisa ambil ferry di dermaga 6, menuju Cremorne. Kendalanya cuma ferry ini agak jarang, satu jam sekali. So hati hati dalam merencanakan perjalanan. Lebih baik berangkat lebih awal daripada telat. Ada 2 lokasi pemotretan, satu ada di sebelah kanan begitu kita keluar dari dermaga (Google Map Coordinate : -33.848655, 151.232875). Kendala dengan lokasi ini adalah terhalang dengan beberapa batang pohon dan juga agak sulit memotret di tebing nya. Bonus nya : Ada mercusuar kecil yang bisa jadi obyek menarik. Continue reading (AU) Cremorne Wharf, Sydney

(AU) Hornby Lighthouse, Watson bay, Sydney

Ini adalah salah satu tempat yang menarik di Sydney, komplit dengan pemandangan mercusuar nya, laut dan tebing yang indah, city view dan juga park. Lokasinya sendiri (Google map : -33.833315, 151.280584agak jauh dari pusat kota, tetapi masih terjangkau dengan mudah via kendaraan umum.

Hornby Lighthouse

Kita bisa naik ferry dari Circular Quay menuju Watson Bay. Setelahnya berjalan kaki melalui Cliff Street (sekitar 10-15 menit) dan masuk ke cagar alam di Camp Cove. Saran : bawa senter, karena begitu lewat sunset maka jalan di cagar alam ini gelap sekali.

Traveller

Tidak ada biaya masuk, biaya motret dan biaya preman lainnya. So murni hanya biaya transport menggunakan Ferry. Kalau mau murah ya pergi di hari minggu menggunakan OPAL Card. Karena untuk hari minggu maksimum charge adalah AUD 2.5. So mau sampai ujung dunia juga bayar maksimal segitu.

Pantai di Camp Cove sendiri cukup menarik untuk di eksplore. Juga dengan city view sepanjang perjalanan ke Hornby Lighthouse. Sayang saya tidak punya banyak waktu saat itu, sehingga langsung menuju area mercusuar.

Mercusuar nya sendiri sangat menarik dengan warna merah putih nya. Eye Catching.

Angle pemotretan bisa dilakukan persis di area bawah mercusuar, tetapi agak statis dan kurang menarik. Lebih menarik adalah dari tebing tidak jauh dari mercusuar itu (sekitar 20-30 meter). Tetapi kita perlu ekstra hati hati karena tebingnya sangat curam dan tidak memiliki pagar pembatas. Continue reading (AU) Hornby Lighthouse, Watson bay, Sydney

(AU) Fairfax Lookout – North Head – Manly, Sydney

Ada banyak lokasi untuk menikmati city view dari Central Business District (CBD) Sydney. Salah satu diantara nya yang relatif cukup jauh, tapi juga cukup spektakuler adalah di Fairfax Lookout, North Head, Manly (Google Map coordinate : -33.823307, 151.300276)

Lokasinya sebenarnya berseberangan dengan South Head, lokasi dimana Hornsby Lighthouse berada (saya tuliskan di artikel lain nanti). Tetapi untuk mencapainya memang agak lebih “PR” … karena kita perlu naik ferry ke Manly, lalu naik bis dan berjalan sekitar 10 menit untuk mencapai area nya. Google map di Android / iOS dengan mudah bisa menunjukkannya.

Ada 2 lokasi yang menarik di area ini. Satu lokasi adalah di -33.821828, 151.300845, di lokasi ini kita bisa melihat laut lepas dengan pemandangan tebing yang indah.

Lokasi kedua adalah Fairfax Lookout sendiri. Untuk memotret disini Sunset adalah waktu yang disarankan, karena menghadap ke Barat.

Pink Sunset

Pemotretan membutuhkan lensa medium – tele, sekitar 50mm – 200mm (APS-C). Kalau menggunakan lensa wide maka obyek utama sulit untuk di peroleh detilnya. Tentu saja tripod juga dibutuhkan untuk detilnya, karena begitu sunset + lensa tele maka shake sangatlah besar kemungkinannya.

Salah satu trik pemotretan di lokasi ini adalah menggunakan ISO rendah dan aperture sempit (misalnya f16-22) untuk mendapatkan slow shutter dan halus permukaan laut. Tanpa slow shutter sekitar 10 detik atau lebih maka permukaan laut sulit dihaluskan, dan akibatnya akan sedikit menganggu.

Tentunya ini perlu di adjust apabila ada kapal / cruise lewat (lumayan sering) dan kita ingin detilnya sebagai foreground, supaya speednya cukup dan tidak blur karena pergerakan si kapal.


Peralatan Yang Terlupakan — Tas Kamera : Mindshift 180 Panorama Review

Kita sering fokus (banget) pada peralatan utama, kamera – lensa – filter, dan menganggap sepele urusan tas kamera. Padahal tas kamera yang gak nyaman menimbulkan banyak masalah :

  • Tas yang kurang kuat lalu mengakibatkan peralatan jatuh dan rusak
  • Padding (bagian empuk di dalam) yang kurang juga menimbulkan resiko terbentur
  • Ergonomi tas yang kurang nyaman membuat tas tidak nyaman di sanding, akhirnya motret juga tidak nyaman

Saya sudah 8 tahun lebih sepertinya tidak mengganti tas kamera. Saya menggunakan Lowepro MiniTrekker sejak jaman DSLR, dan menambah dengan lowepro Fastpack 100 pada saat mulai travel dan pakai mirrorless.

$T2eC16ZHJGUFFhz0LPGvBSKChojz9!~~60_35

Fastpack_100_Stuffed

Merek lowepro ini tahan banting, sudah terbukti 8 tahun menemani saya ke berbagai penjuru. Tapi saya punya kendala dengan nya :

  • Minitrekker walau kapasitas cukup besar dan lumayan ergonomis, tapi ukuran besar dan kalau mau ambil peralatan maka tas perlu di taruh di bawah. Sangat beresiko kalau mengambil lensa dan peralatan yang ada di bagian agak bawah dari tas tanpa tas di taruh di bawah. Akibatnya repot banget kalau motret landscape di laut, atau travel yang sering kamera keluar masuk.
  • Kendala lain dengan minitrekker adalah tripod terletak di depan, sehingga kalau tripod tergantung akan sangat repot buat buka tas nya.
  • Fastpack adalah andalan saya sebelumnya untuk travel, mungil, cukup untuk mirrorless saya dan beberapa tambahan lain (filter, topi, dll). Tas ini juga praktis karena ambil barang dari samping, so tinggal di miringkan maka kita bisa ambil peralatan.
  • Kendala dengan si fastpack ini adalah ergonomi, kalau di bawa jalan jauh maka gendongannya akan menekan sisi lengan dan bikin tangan pegal dan kebas lama lama. Gak nyaman.

Itu sebabnya pas naik ke Rinjani saya masukkan XT1 dan XF 10-24mm saya ke padding tambahan, lalu masuk ke daypack Deuter Futura saya. Tas gunung. Bukan tas kamera. Karena gak ada tas kamera yang enak buat naik gunung, percaya deh.

Tapi dengan begitu saya repot juga, karena keluar masukin repot, dan juga padding nya gak maksimal.

Saya selalu mikir, ini gak ada produsen tas kamera yang mikir untuk menggabungkan ergonomi daypack (misalnya Deuter Futura) dengan tas kamera apa ya? Kenapa semua tas kamera gak di desain untuk trekking dan “landscape”

5035-762_FRE18_view1_1000x1000

Beberapa bulan lalu akhirnya saya ketemu satu artikel yang menyarankan untuk melihat merek MindShift. Produsen ini adalah anak perusahaan ThinkTank. Mereka spesialisasi nya adalah tas kamera untuk trekking / travel / landscape. So, gendongan dan segala macam desainnya dipikirkan untuk bawa kamera + travel / trekking.

Saya tertarik dengan seri Panorama, yang ukurannya kecil. Tidak sebesar dan seberat seri Pro nya.

Yang menarik adalah semua seri MindShift memiliki mekanisme 180, dimana kita bisa meraih sisi kanan dari tas, melepas kaitan magnet, dan menarik semacam tas pinggang berisi kamera kita. GENIUS !!!!!

muench-workshops-mindshift-panorama-1default_09-03471-2014PD-1 Untuk ambil kamera jadinya tas bahkan tidak perlu turun dari punggung, tidak kotor dengan tanah / air. Kerennya lagi adalah buat ganti lensa jadi sangat mudah, karena ada tempat kita menaruh lensa ganti dll. I LOVE IT !!!!

Continue reading Peralatan Yang Terlupakan — Tas Kamera : Mindshift 180 Panorama Review

(AU) Turimetta Beach – Narrabeen

Pantai Turimetta di area Narrabeen ini tidaklah jauh dari pusat kota Sydney (koordinat area di google map : 33°42’02.5″S 151°18’32.4″E).

Masih terjangkau oleh transportasi publik. Saya sendiri pergi ke area ini 2 kali. Kali pertama menggunakan kereta yang di lanjutkan dengan bis (untuk detil gunakan Google Map Application, sangat membantu), dan kali kedua naik mobil teman. Well, agak susah memang dengan transportasi publik mengejar sunrise (kereta baru  mulai jalan agak siangan), tapi sunset sih ok. Apabila menggunakan Opal Card maka akan sangat murah untuk pergi di hari Minggu, karena mau jalan jalan sejauh apapun maksimal seharian cuma AUD 2.5

Begitu sampai di pantai ini ada 3 area menarik :

Di sebelah kiri tidak ada karang yang terlalu menarik, tetapi saat sunrise dengan matahari kuat maka kita bisa dapat siluet siluet menarik dengan lekuk ombak yang juga menarik

Golden Moment

Di bagian tengah ada area dengan karang yang unik pattern nya, bisa di eksplore. Area ini relatif aman karena ombak pecah di tengah laut dan tidak terlalu parah mengenai area ini.

Turimetta

Area di kanan paling menarik, lengkap dengan area berlumut hijau, karang berbentuk tangga (dengan potensi slow shutter) dan juga karang ukuran besar yang bisa di jadikan foreground menarik. Masalah utama area ini adalah ombaknya besar apabila air pasang sedang tinggi. So kalau mau bagus ya cari saat dimana ombak medium. Continue reading (AU) Turimetta Beach – Narrabeen

(AU) Tasmania, Launceston & Bay of Fire

Kebetulan baru seminggu di Ausie sudah long weekend (Queen’s BDay). Awalnya mau berangkat ke Melbourne, memanfaatkan long weekend nya. Tapi setelah dipikir lagi kayaknya area Melbourne bisa di cover di weekend biasa, so akhirnya memilih ke Tasmania.

Bay of Fire

Tasmania adalah pulau “kecil” di ujung bawah Australia. Kota kota nya tidak terlalu besar. Hobart adalah kota terbesarnya, tapi saya memilih untuk ke kota kedua terbesar, yaitu Launceston, yang ada di Utara Tasmania (Hobart ada di Selatan). Tasmania terkenal dengan alam nya dan pertanian – peternakannya. So tentunya landscape adalah tujuan utama saya.

Scottsdale
St helen

Biaya perjalanan kesana dari Sydney not bad. Saya naik budget airlines Jetstar untuk berangkat (AUD 128), dan pulang dengan Virgin Australia (transit Melbourne – lupa biayanya, tapi kurang lebih sama). Harga agak tinggi karena saya pesannya mepet.

Setelah mencoba nya saya rekomendasikan untuk naik Virgin saja, jarak antar kursi lebih lega, ada snack dan minuman, bagasi bisa naik plus bisa akses film via aplikasi di iPad pribadi.

Penginapan di Launceston saya gunakan ArtHouse Hostel – dormitory isi 6 orang (AUD 40an untuk 2 malam). Saya terbiasa menggunakan hostel selain lebih murah, juga lebih banyak kemungkinan ngobrol dengan traveller lain. Hostel yang ini lokasi cukup strategis, walau tidak di pusat kota, tapi tenang dan cozy. Bangunannya sendiri sudah tua, tapi kamar dan toilet dll relatif bersih dan nyaman.

Launceston

Sedangkan untuk transportasi mau tidak mau saya sewa mobil di sana. Saya pesan di Bargain Car Rental, Hyundai i20. Kapasitas sebenarnya 4 orang, tapi saya hanya pakai sendiri hahaha. Biaya total 3 hari tidaklah terlalu mahal, AUD 93. Akan tetapi bensin cukup mahal, untuk perjalanan saya sehari saya menghabiskan sekitar AUD 40 untuk bensin unleaded.

Continue reading (AU) Tasmania, Launceston & Bay of Fire

(AU) Vivid Sydney

—– new update di bagian bawah —–

Sepanjang beberapa minggu di akhir musim gugur sampai dengan awal musim dingin pemerintah kota Sydney mengadakan festival yang unik. Festival yang berfokus pada permainan cahaya dan juga bunyi ini dikenal dengan nama Vivid Sydney.

Saya sendiri tidak sempat kebagian banyak, selain karena belum terlalu pengalaman ber navigasi di area Sydney, juga karena pada penghujung Vivid Sydney saya kebetulan sudah menjadwalkan trip ke Tasmania. So saya hanya kebagian melihat dan motret di area Circular Quay.

Vivid Sydney

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman memotret Vivid Sydney ini. Yang saya baru ketahui pada saat sudah berada di tempat adalah proyeksi cahaya dilakukan secara dinamis. Jadi misalnya pada kasus Opera House di atas, dinding opera house menjadi selayaknya layar proyeksi. Ibarat film maka gambarnya terus berganti.

Continue reading (AU) Vivid Sydney

(AU) Mt. Wilson, Blue Mountain, Sydney

Di temani oleh Edward YD, salah satu motoyuk-ers Sydney, kita menjelajah area yang cukup jauh dari Sydney (kota). Kebetulan Edward tinggal di BlackTown, jadi saya naik kereta dulu ke BlackTown ini (via West route). Ganti kereta di Central, dan kurang lebih sejam kemudian saya sampai.

Central_DSC04219

Kemudian dilanjutkan dengan sekitar 45 menit perjalanan menggunakan mobil pribadi menuju Mt. Wilson, di area Blue Mountain. Berbeda dengan area Katoomba (dengan 3 sisters nya), area ini tidak dilalui kendaraan publik. Jalanan juga lebih sempit dan tidak semulus jalan biasa …. well walaupun kalau dibandingkan jalanan di Jakarta masih lebar (2 jalur) dan mulus (bergelombang, tapi tidak ada lubang).

Me & Edward in Mt Wilson Blue MountainFuji XT1 + XF 55-200, lensa tele digunakan untuk meminimalkan area langit (flat) yang masuk ke dalam frame, Velvia + Daylight WB

Tujuan utama kita menuju area ini adalah mencari daun daun mapple musim gugur terakhir. Maklum, sebenarnya sekarang sudah mulai masuk musim dingin (Juni-Agustus). Plus musim dingin agak awal datangnya tahun ini.

Continue reading (AU) Mt. Wilson, Blue Mountain, Sydney

Oz … here i come !!!

Pergi ke Australia sebenarnya impian sekitar 12 tahun lalu, pada saat baru selesai kuliah dan ingin dapat bea siswa S2 kesana. Maklum, bukan orang kaya :) so sudah menetapkan hati harus via beasiswa. Tapi nampaknya nasib mengaturnya lain …. tidak via beasiswa, melainkan setelah bertahun tahun kemudian, via business trip. Lebih tepatnya assignment selama 3 bulan disana (29 May – 28 Aug 2015).

So kurang lebih 3 bulan ke depan, saya akan post mengenai travel journey di sana. Rekomendasi dan juga tentunya photo spot yang saya datangi. Semoga bisa jadi referensi juga buat MY-ers lainnya. Keseluruhan artikel akan di gabungkan dengan Tag artikel “OzTrip”

Untuk perjalanan ini peralatan yang akan saya bawa adalah sebagai berikut, tentunya tidak semua di bawa setiap trip disana :

  • Fuji XT1
  • Fuji XPro1 (sebagai secondary body)
  • Sony RX1 (sebagai day to day camera)
  • XF 10-24
  • XF 18-55
  • XF 55-200
  • XF 56/1.2 (sisa lensa fuji lain masih dipikir, tergantung bobot nanti)
  • Samyang 8mm FishEye
  • GND Filters dengan Adapter dan holder
  • Lee Big Stop ND
  • CPL Filter
  • Benro Carbon Tripod
  • Joby GorillaPod

Lokasi incaran pertama di 6-8 Juni (kebetulan long weekend) adalah Pulau Tasmania. Sekitar 1 jam 45 menit penerbangan ke Launceston, yang merupakan kota kedua terbesar disana dan gerbang menuju area wilderness utara.

Beberapa area yang sudah di incar adalah : Bay of Fire, Dove Lake Cradle Mountain dan juga tentunya sekitar Launceston sendiri. So, wait for the adventure :)

PS : buat yang tanya soal visa AU, kebetulan jenis visa saya berbeda karena visa kerja singkat (3 bulan). Oleh sebab itu prosesnya berbeda dan lebih lama, akan tetapi kalau visa liburan sangat mudah prosesnya. Check : VFS Website untuk detilnya 


%d bloggers like this: