10417561_10152740351249003_3377238618510663312_n

Learning Challenge MY FB Group – Bokeh Yuk 1-31 Desember 2014

Mendekati Natal dan Tahun Baru maka banyak hiasan di mana mana … saatnya untuk …. MAIN BOKEH !!!!

Baik bokeh dalam hal lelampuan, atau bokeh human interest, atau toys, still life dll …. You decide

Happy Bday MotoYuk ….

Acara ultah motoyuk berlangsung meriah dan sangat menyenangkan. Selain dapat ilmu baru yang variatif (mulai dari studio lighting, makro, flower photography, travel, architecture .. juga sharing pengalaman lomba foto), yang paling penting adalah ketemu dengan keluarga motoyuk.

MY4

MotoYuk bukan komunitas fotografi, motoyuk adalah keluarga. Tidak ada yang senior, tidak ada yang junior. Semua adalah anggota keluarga.

Tidak ada yang lebih pintar artinya semua harus mau untuk berbagi ilmu nya. Dengan cara paling sederhana memberikan catatan fotonya di facebook / BBM … dan dalam bentuk yang lebih besar adalah berbagi menjadi panitia dan juga coach seperti yang terjadi kemarin.

Coach1 Coach2 Tiup

Super thanks untuk semua panitia, photo coach, sponsor dan tentunya seluruh anggota keluarga motoyuk. Mari belajar bersama dan growth bersama sebagai keluarga.

Salam motoyuk ….

PS : Coming soon in January 2014 —> Mega Model Motoyuk (Hunting dengan 24 model), be ready, limited seats of course —- saatnya belajar human interest bersama

Fuji Classic Chrome

Ini percobaan pertama menggunakan film simulation terbaru dari Fuji : Classic Chrome

Karakter dari film simulation ini agak desaturate di beberapa warna dan kontrasnya medium-high. Enak sekali buat yang suka warna mute. Cocok buat jurnalistik / street kalau menurutku.

SXT17040

Foto-foto di bawah ini semua di ambil dengan XT1 dan lensa 23/1.4 wide open – almost all SOOC. Auto White Balance dan juga auto iso … tentunya film simulation classic chrome.

SXT17047 copy

SXT17065

SXT17024

Kado Natal/Tahun Baru Terindah Dari Fuji

Major update tersedia untuk XT1 dan XE2, sementara update tetap juga tersedia untuk XE1 dan XPro1 ….

Capture

Buat g yang paling menarik adalah shutter speed upgrade menjadi 1/32.000 (dulu hanya 1/4.000) dan film simulation Classic Chrome

Silahkan download di website Fuji.

banner vsco

Cara cepat Post Pro

Salah satu artikel yang paling banyak di baca dan di cari di motoyuk adalah mengenai picture style. Sampai saat ini saya juga tidak paham kenapa. Saya sendiri tidak menggunakan picture style terlalu banyak di Canon. Picture style yang saya gunakan ujungnya cuma Faithful dan kadang IR wanna-be.

Tebakan saya (berdasarkan pengalaman pribadi) adalah karena sebagian fotografer sebenarnya malas / tidak tahu harus bagaimana melakukan post pro. Yah, belajar teknik foto (bukan bagian komposisi / ide ya) memang lebih cepat dan mudah jika dibandingkan post processing menggunakan photoshop. Butuh ratusan jam di depan komputer untuk menguasai sebagian besar teknik di photoshop. So, picture style mungkin adalah shortcut nya.

Clairine
Dengan menggunakan Plugin kita dapat mendapatkan tonal yang kita inginkan dalam waktu yang relatif sangat cepat – foto di ambil dengan menggunakan XPro1 dan Lensa 56/1.2 – Post pro menggunakan VSCO Kodak Portra 160.

Ya, memang picture style membantu, memberikan shortcut. Tetapi rasanya Canon maupun Nikon tidak terlalu variatif dalam hal picture style, so hanya membantu sedikit. Fuji memiliki film simulation, walaupun buat saya terasa lebih berdampak, tetapi tetap tidak menggantikan tonal buatan di photoshop. So, another dead-end. Sebenarnya ada banyak tools yang dapat digunakan di photoshop. Biasa di kenal sebagai plug-in. Dengan menggunakan plug-in ini kita bisa memilih tonal yang kita inginkan, lalu langsung melihat hasilnya di foto kita. One click dan beres deh urusan tonal.

Continue reading

JUST PUBLISHED ….

Buku terbaru dari Motoyuk … Core Series yang lebih detil dan mendalam mengenai Arsitektur

Book3

Dapatkan segera di toko buku terdekat, atau kunjungi Gramedia Online Store untuk mendapatkan diskon nya.

MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Tulisan by : Enggar SP

Menurut Wikipedia, Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Sekitar Agustus 2014, Pak Yohanes Indro Kristanto mengemukakan di forum FB Motoyuk, mengusulkan hunting bareng terkait Baduy dengan tema kurang lebih mengangkat ke eksotisan suku Baduy baik dari sisi pemandangan, nilai budaya dan social, aktifitas keseharian dsb. Adapun wilayah yang dituju hanya sampai Baduy Tengah.

Jelas saya ngileeerr. Saya sudah lama gak travel photo hunting. Ada tawaran hunting bareng temen2 Bolang kantor, tetapi saya menolak karena rute mereka menuju Baduy Dalam dan saya pasti tidak akan sanggup mengikutinya karena cidera lutut pada bulan puasa yang mengharuskan saya tau diri akan kesehatan kaki (red : penuaan dini T_T)

Berdasar info dan kondisi diatas, akhirnya saya memutuskan IKUT Motoyuk karena pastinya saya akan mendapatkan banyak objek yang eksotis dan pastinya bisa ngerasain suka duka gimana sih hunting bareng komunitas fotografi :D

Perjalanan saya feat Motoyuk diawali dengan meeting point di Driving Range Senayan. Sekitar pukul 19.00 WIB, kami  – ber 26 orang – dengan dikomandani oleh Pak Yohanes Indro Kristanto, Om Bayoe Wanda, Om Rachmat Yulyanto dan Om Rifka –  menggunakan bis kecil berangkat menuju Kabupaten Lebak, Banten.

Nantinya kami akan bertemu dengan pemandu guide Kang Chinul dan Kang Daniel dimana Kang Daniel adalah mantan Baduy Dalem yang sekarang menjadi warga Serang

image

Perjalanan Jakarta-Rangkas macet, sehingga rombongan sampai masjid Agung Rangkas sekitar pukul 23.30 WIB, sangat malam. Rombongan menginap di BKD – Balai Kepegawaian Daerah Kabupaten Lebak (semoga gak salah kepanjangan nama :D)

Continue reading

Smallest m4/3 mirrorless camera

So, kebayang gak kamera dengan sensor crop 2x dan bisa ganti lensa ukurannya cuma segini?

pana_gm1_iphone

Oh, I really gonna check this out hahaha … ini adalah panasonic GM1 (atau saudara terbaru nya, GM5, dengan perbedaan sedikit di sana sini)

Ini GM5 warna merah (my fav color) … really look nice isn’t ?

main1-Taste-RED

Banner Custom

Quick Setting Fuji Saya

Ada beberapa pertanyaan mengenai bagaimana saya men-setting quick setting di Fuji saya. Buat yang belum paham, quick setting adalah semacam custom setting di canon. Dimana kita bisa atur preset berbagai setting yang kita mau, so pada saat kita mau motret human interest tinggal pilih quick menu ttt dan ganti dengan quick setting lain untuk pemotretan BW misalnya. Ini jauh mempercepat reaksi kita terhadap berbagai kondisi.

Di Canon ini juga tersedia, biasanya ada 3 custom setting. Sedangkan di Fuji pilihan menu yang bisa disetting lebih terbatas, tetapi ada 7 slot quick setting yang tersedia.

FullSizeRender1
Custom setting 1 ini saya gunakan untuk pemotretan human interest non model – dengan film simulation Astia yang lembut warnanya. Noise reduction saya kurangi karena Fuji agak terlalu kejam dengan proses noise reduction, jadi saya kurangi sedikit.
Custom setting 2 adalah mode black and white yang saya sering gunakan dalam pemotretan street. Saya memilih jenis film simulation BW dengan yellow filter. Kontras nya lebih kuat sedikit daripada yang tanpa filter, tetapi tidak separah Red. Sharpness saya tambahkan karena umumnya untuk yang BW saya tidak proses lagi – SOOC. Sedangkan highlight tone saya tambahkan untuk memperluas dynamic range nya sedikit.

DPDHL GVD 2014
Continue reading

Apakah Fuji Mirrorless bisa pakai lensa Canon DSLR ?

Ok most frequent question berikutnya berkaitan dengan lensa fuji yang sering saya dapatkan dari pengguna baru. Pertanyaan wajar karena pengguna DSLR (tidak hanya Canon, tapi Nikon dll) ingin menggunakan lensa koleksinya sementara mencoba coba menggunakan sistem yang baru ini. Kan sayang sudah keburu beli. Lagipula masak harus punya 2 lensa dengan range sama, satu buat DSLR satu lagi buat mirrorless.

Lensa Moderen

Sebelum menjawab saya jelaskan dulu bahwa lensa DSLR moderen tidak di lengkapi dengan pengatur bilah aperture di badan lensa.

aperture ring

Hal ini karena lensa di desain untuk diatur aperture nya via body kamera. Jauh lebih praktis dibandingkan jaman dulu dimana aperture harus di buka manual ke posisi paling lebar untuk focusing, baru di ubah lagi manual ke aperture yang diinginkan sebelum jepret.

Lensa moderen di desain selalu terbuka dalam kondisi aperture maksimalnya. Jadi kalau lensa Canon 16-35 f2.8 L saat tidak digunakan akan berada dalam aperture f2.8 setiap saat. Sedangkan misalnya lensa 17-40 f4 L akan berada dalam kondisi f4 setiap saat.

Continue reading

%d bloggers like this: