Religi

Learning Challenge MY FB Group – 1-31 Juli 2014

Masih berhubungan dengan datangnya bulan penuh berkah, bulan Ramadhan, dan juga upcoming Lebaran, maka tema tantangan belajar bulan ini adalah tema Religi.

Religi tentunya tidak harus berhubungan dengan Ramadhan / umat muslim, tetapi bisa apapun juga. Area yang dicakup pun beragam, mulai dari arsitektur, still life, human interest, bahkan lanskap mungkin?

Yang terpenting sebenarnya adalah proses belajarnya … bagaimana kita membuat konsep dan akhirnya mewujudkannya. Selamat mengikuti learning challenge kali ini.

Banner

Wide Angle vs Fish Eye

Kebetulan mendapatkan kesempatan motret sementara nginep di Aston Residence Kuningan. Dalam kesempatan ini coba saya perlihatkan perbedaan ultra wide angle lens vs fish eye.

Semua foto saya ambil dengan Fuji XT1. Untuk ultra wide angle saya gunakan XF 10-24mm di 10mm nya … setara dengan 15mm di full frame. Sedangkan untuk fish eye nya saya gunakan samyang 8mm mk2 … walau setara nya 12mm di full frame, tapi lensa ini adalah lensa fish eye. Angle of view dari lensa ini super luas.

Beberapa foto saya ambil tanpa menggunakan tumpuan (handheld), jadi mohon maaf kalau agak shake ya. Gak bawa tripod hahaha.

14776010865 881e1e8bcb z Wide Angle vs Fish Eye

Lihat luasnya bidang pemotretan di atas. Hampir 180 derajat ..

Sekarang kita lihat sudut pandang ultra wide angle :

14589336679 9f79fe6b3f z Wide Angle vs Fish Eye

dan bandingkan di sudut yang kurang lebih sama, tetapi menggunakan lensa fish eye.

14752994036 8e214437ff z Wide Angle vs Fish Eye

Lihat cakupan yang jauh meluas. Bukan hanya itu tapi, yang berbeda juga adalah lengkungannya. Seperti yang disebutkan Tedy dalam artikel sebelumnya bahwa lengkungan ini untuk fotografi arsitektur menjadi pemanis, karena memberikan lengkung yang kita mau. Tapi tentunya ini menjadi catatan juga, karena foto arsitektur kita jadi sedikit berbeda dari kenyataan.

Continue reading

Mendefinisikan ulang hobi fotografi …

Libur lebaran memberikan kesempatan buat saya buat belajar lagi mengenai fotografi. Salah satunya adalah membaca buku baru dan menonton video-video mengenai fotografi.

Satu video yang menarik adalah video mengenai analisa foto berikut ini. Mengapa menarik, kalau MY-ers lihat, video ini tidak ngobrol mengenai exposure setting bagaimana, alatnya apa, teknik nya apa … tapi bercerita mengenai detil apa yang perlu dilihat.

Chloe Jasmine Whichello – The book deconstructed from Damien Lovegrove on Vimeo.

(karena ketololan kementrian kita, maka Vimeo kadang di block, itu sebabnya kalau MY-ers tidak bisa melihat video di atas – silahkan cari akses internet lainnya untuk akses : http://vimeo.com/98443337 – atau download dari dropbox saya)

Detil, dan cerita, dan jiwa dari satu foto. Ini adalah hal yang sering sekali terlupakan oleh para hobiist. Karena kita para hobiist senang yang rumit, maka seringkali teknis pemotretan dan peralatan lebih menjadi fokus utama.

Padahal setelah melewati pembelajaran maka segala teknik ini akan membosankan. Karena setelah dicoba dan bisa lalu mau apa?

Saatnya mendefinisikan ulang hobi fotografi mu. Bukan lagi untuk mencoba teknik. Tapi untuk menciptakan karya seni (dengan teknik yang sudah dipahami). Pahami dan ciptakan detilnya. Ciptakan cerita. Ciptakan karya seni.

Semoga dengan demikian hobi ini tidak lalu membosankan ….


MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hallo MY’ers ini sdikit saya intro mengenai arsitektur photography dalam kaitan penggunaan lensa fish eye…

Ulasan kecil ini dapat teman2 temui di buku “Dancing Perspectives” by Narsiskus Tedy terbitan elexmedia yang akan terbit agustus 2014 nanti.. sdikit saya buka dulu skrg… buat intro…

————————–

FISH EYE dalam arsitektur photography

Lensa apa yang memungkinkan kita bermain dengan distorsi? Fish eye jawaban nya. Penggagas lensa fish eye di dunia photography adalah Nikon pada tahun 1935, selanjutnya berkembang diikuti brand2 lain nya. Secara karakter lensa ini terbagi menjadi dua:

  • Fish eye circular: distorsi di kedua arah vertikal dan horisontal
  • Fish eye diagonal: distorsi terjadi pada sisi horisontal saja..

Beberapa jenis lensa fish eye yang banyak digunakan:

  • Canon – 15mm f2.8 Fish eye
  • Canon – EF 8-15mm f/4L Fisheye USM
  • Nikon – Nikkor 10.5mm f/2.8G AF DX Fish-Eye Lens
  • SAMYANG 8 mm f/3.5 Aspherical IF MC dijual untuk pasar Eropa dengan nama Rokinon 8mm
  • Tokina 10-17 mm Fish eye
  • SIGMA 15mm f/2.8 EX DG FISHEYE

Continue reading

MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Berikut adalah sharing dari foto yang dipilih oleh admin BBM group motoyuk. Foto milik Fadholi. Semoga sharingnya bermanfaat.

———————

Mini Robberfly

FadholiBBwinner MY BBM Group Editor Choice   July 2014

Terima kasih kepada moderator dan teman-teman group BBM MY1 atas apresiasi yang diberikan untuk  foto ini sebagai weekly editor choice. Sebagai pembelajar, apapun dan dari manapun bentuk apresiasi yang datang tentu akan menambah motivasi dan semangat untuk meningkatkan progres serta kualitas hasil karya.

Foto ini diambil saat hunting bersama teman-teman pecinta macro photography (beberapa orang di antaranya MY-ers) di Desa Ciketing Udik, Narogong, Bekasi.

Continue reading

Sudut alternatif

Dalam pemotretan selain exposure, maka angle / komposisi adalah aspek yang sangat penting. Foto jadi terasa berbeda atau tidak dipengaruhi signifikan oleh angle yang digunakan. Apabila angle nya sejuta umat maka cenderung sulit untuk membuat impresi.

Saya mau sharing pengalaman waktu ke Todaiji Jepang (Nara area). Kuil ini sangat terkenal, jadi tidak heran semenjak pagi pagi saat dia dibuka pun sudah sangat ramai. Sungguh sulit untuk memperoleh clean shot di area turis begini. Tantangan utama pemotretan travel.

Kalau saya mengikuti angle sejuta umat yang biasa saja, maka saya akan masuk ke dalam kuil dan memotret dari kejauhan.

Sample2 Sudut alternatif

Angle sejuta umat …. mundur sedikit dapat framing, so agak sedikit tidak sejuta umat, tapi masih seribu umat mungkin

sample3 Sudut alternatif

Continue reading

Menggabungkan Ide dan Teknik

Fotografi adalah bidang seni. So, kembali ide orisinal / kreatif memegang peranan yang penting. Tanpa ide maka foto cenderung akan hambar dan tidak menonjol. Banyak cara untuk mendapatkan ide, tapi semua berhubungan dengan bagaimana mengembangkan kreatifitas kita.

Contoh hal yang bisa mengembangkan kreatifitas kita adalah mencoba hal baru, melihat dan menggabungkan ide dari orang lain, atau mengadopsi ide dari bidang lain (bukan fotografi). Banyak cara, tapi butuh disiplin dan kemauan keras untuk mengembangkan ide kreatif. Salah satu yang penting adalah “open minded” – terbuka atas saran dan masukan dan tidak berhenti disitu tetapi mencoba.

Nah setelah idenya dapat muncul problem kedua, bagaimana menghasilkan / mewujudkan ide tersebut. Disinilah teknik berperan. Sudah tahu untuk menguatkan POI maka dibutuhkan slow speed di awan dan ombak misalnya. Tapi terbentur dengan tidak tahu bagaimana mewujudkannya, kan sayang juga.

13812056425 6f9edf7f56 o Menggabungkan Ide dan Teknik

So penting untuk paham dan “mengkoleksi” teknik. Jangan belajar teknik pada saat pemotretan yang sebenarnya, sehingga motret juga bisa konsentrasi pada pewujudan ide dan bukan trial teknik. Gak buang buang waktu dan momen pula.

Awalnya mungkin masih mikir bagaimana cara melakukan teknik tertentu, tapi lama kelamaan ini akan jadi otomatis dan bawah sadar. Jadi dengan cepat kita bisa menangkap momen.

Selain itu jangan obral teknik juga, semua teknik dipakai mentang mentang baru belajar teknik tersebut. Sesuaikan dengan ide dan konsep. Pakai teknik yang memperkuat ide dan bukan sebaliknya.

Teknik disini bukan hanya masalah exposure atau warna, tetapi juga tips dan trik mengenai komposisi, penggunaan POI, pengaturan elemen dalam fotografi, bahkan soal cuaca dan mengatasinya. Banyak sekali yang bisa dikumpulkan.

Disini sebenarnya peran grup. Di grup yang baik maka kita bisa melihat teknik yang digunakan orang lain, bertanya detilnya dan kemudian mencoba sendiri. Itu proses kita mengumpulkan teknik. So, peran aktif bertanya dan mencoba sangatlah penting.

 Menggabungkan Ide dan Teknik

Photo dari Andrey W – featured photo 6 Juli 2014

Tidak hanya itu, grup juga memungkinkan kita mengumpulkan ide dan di kemudian hari bisa kita gabung gabungkan sesuai dengan kebutuhan. Itu sebabnya Featured Photos on MY FB Group dan juga BBM editor choice hadir. Setelah terpilih jangan mau rugi, baca teknik nya, tanya ke yang menghasilkannya dan belajar + coba. Di motoyuk kita percaya bahwa dengan kita share teknik kita adalah cara kita mengasah teknik kita itu sendiri. Tidak akan ada ruginya share, ada justru lebih untung.

So kita ada di komunitas yang tepat, kenapa juga tidak dimanfaatkan untuk belajar lebih?